Jawab Tudingan Prabowo, Maruf Amin: Jokowi Melawan Neoliberalisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (ketiga kiri) serta Ketua Bank Wakaf Mikro Tanara Syamsudin (tengah) berdialog dengan petugas konter Bank saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, 14 Maret 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Presiden Joko Widodo didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (ketiga kiri) serta Ketua Bank Wakaf Mikro Tanara Syamsudin (tengah) berdialog dengan petugas konter Bank saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, 14 Maret 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin membantah pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut elite Indonesia menerapkan paham ekonomi neoliberal.

    Menurut Maruf, kebijakan ekonomi yang diterapkan Presiden Joko Widodo sudah sesuai rekomendasi MUI. "Kami mengusung isu arus baru ekonomi Indonesia, pemberdayaan ekonomi baru. Dan itu kemudian yang direspon Pak Jokowi. Jadi, Pak Jokowi justru membangun ekonomi dari bawah, bukan dari atas," kata Maruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

    Ekonomi neoliberal yang menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah, kata Maruf, merupakan kebijakan yang diterapkan pada pemerintahan dulu. Teori trickle down effect dipakai dengan harapan agar kekayaan dari atas bisa menetes ke bawah. Namun, teori itu gagal karena membuat kesenjangan semakin lebar. Sehingga, Maruf menilai bahwa dampaknya baru terasa saat ini.

    Baca juga: Prabowo: Soeharto Banyak Jasanya

    Ia menuturkan, yang dilakukan Jokowi saat ini justru melawan ekonomi neoliberal. Pasalnya, Jokowi justru membangun perekonomian dari bawah dulu. "Sudah on the track menurut saya. Justru ini akibat trickle down effect yang dulu itu. Pak Jokowi justru melawan itu," katanya.

    Dalam safari politiknya di daerah Jawa Barat, Prabowo menyampaikan ketidaksukaannya pada elite politik sekarang, terutama elit Jakarta karena banyak yang menipu. Semua pernah terjadi karena mereka menerapkan paham neoliberalisme di Indonesia.

    Prabowo sendiri sempat mengaku tertarik pada paham ini, saat masa orde baru, ketika dia tergabung di Partai Golkar. Di masa itu, pemerintah menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus faham Neoliberalisme.

    Baca juga: Ketua MUI KH Ma`ruf Amin: Khilafah Tidak Cocok di Indonesia

    "Ternyata paham itu bohong. Kesejahteraan nggak netes-netes ke bawah. Malah dibawa ke luar negeri oleh elite," ujar Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.