Syafii Maarif Sanjung Kinerja Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buya Ahmad Syafii Maarif. TEMPO/Subekti

    Buya Ahmad Syafii Maarif. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding para pendahulunya. Jokowi dianggap melakukan terobosan baru.

    Salah satu terobosan yang diapresiasi Syafii terkait dengan pembangunan infrastruktur. "Infrastruktur yang paling pokok," ujar Syafii di Wisma Antara, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

    Baca juga: Empat Kriteria Cawapres Jokowi Versi Buya Syafii Maarif

    Jika dilihat dari pembangunan jalan tol saja Jokowi terbukti unggul dibandingkan presiden terdahulu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat selama tiga tahun Jokowi menjabat, pemerintah sudah membangun jalan tol sepanjang 568 kilometer.

    Sementara dalam kepemimpinan Presiden Soeharto selama 32 tahun, hanya 490 kilometer jalan tol yang dibangun. Pembangunan jalan tol di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun lebih sedikit lagi, yaitu 212 kilometer.

    Sementara di era Presiden Megawati Soekarnoputri hanya 34 kilometer yang dibangun; di era Presiden BJ Habibie hanya 7,2 kilometer; dan di era Presiden Abdurrahman Wahid hanya 5,5 kilometer jalan tol yang dibangun.

    Baca juga: Syafii Maarif: Indonesia Perlu Dirawat, Bahkan Diruwat

    Selain infrastruktur, Syafii menuturkan, Jokowi juga punya kelebihan lain. "Jokowi punya nyali untuk berbeda pendapat dengan orang yang mencalonkannya," ujar dia.

    Kelebihan-kelebihan di atas menjadi tantangan bagi calon presiden yang akan maju melawan Jokowi dalam Pilpres 2019. Syafii menuturkan, peluang penantang Jokowi belum tentu kecil untuk menang. "Tapi (nama-nama calon yang sekarang muncul) lebih banyak yang seolah-olah (presiden)," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.