Ada Foto Dampingi Aidit Pidato, Jokowi: Ini Sudah Kebangetan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meninjau pameran UMKM nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara, Jakarta, 28 Maret 2018. Lewat keberadaan Bank Wakaf Mikro, Jokowi yakin mampu menjadi motivasi dan dorongan kuat warga sekitar seperti ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga lewat pinjaman yang didapat dari sana. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat meninjau pameran UMKM nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara, Jakarta, 28 Maret 2018. Lewat keberadaan Bank Wakaf Mikro, Jokowi yakin mampu menjadi motivasi dan dorongan kuat warga sekitar seperti ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga lewat pinjaman yang didapat dari sana. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memberikan kuliah umum di Universitas Islam Malang. Dalam kesempatan itu dia membahas isu maraknya kabar bohong atau hoax.

    Jokowi mengatakan hoax menjadi salah satu tantangan Indonesia saat ini. Maraknya kabar bohong yang beredar berpotensi menimbulkan sikap pesimistis jika isu tersebut termakan masyarakat.

    Baca juga: Survei Indo Barometer: Publik Tak Percaya Jokowi Pendukung PKI

    Jokowi sendiri mengaku menjadi salah satu korban berita hoax dengan isu PKI. "Katanya Presiden Jokowi itu PKI," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers Sekretaris Presiden, Kamis, 29 Maret 2018.

    Jokowi mengatakan isu itu jelas tak benar. "Saya lahir tahun 1961 bulan Juni. PKI dibubarkan tahun 1965. Apa ada PKI balita? Logikanya tidak masuk, tapi ada yang percaya," ujarnya.

    Dia juga menceritakan ada foto yang direkayasa untuk menunjukkan Jokowi adalah PKI. "Di media sosial ada gambar saya waktu D.N. Aidit tahun 1955 pidato. Coba tahun 1955 saya disebut sudah mendampingi Aidit. Lahir saja belum sudah dampingi. Ini kan sudah kebangetan," katanya.

    Baca juga: Try Sutrisno: PKI Menang dan Kamu Semua Hilang...

    Menurut Jokowi, perlu mental yang kuat, tahan uji, dan tahan banting untuk menghadapi kabar hoax semacam itu. Dia berpesan agar para mahasiswa juga menerapkan sikap tersebut. "Kita harus tawakal tetapi tetap ikhtiar, bekerja keras, dan percaya diri untuk fokus pada usaha membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan tidak boleh menyerah terhadap usaha-usaha lain yang mengancam persatuan kita. Inilah tugas generasi muda kita ke depan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.