PPATK Sebut Tidak Sulit Telusuri Aliran Dana Situs Hoax

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simpatisan Gerakan Pemuda Islam Indonesia menggelar aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 25 Maret 2018. Aksi yang diisi dengan penggalanan tanda tangan dari masyarakat tersebut bertujuan untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, informasi

    Simpatisan Gerakan Pemuda Islam Indonesia menggelar aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 25 Maret 2018. Aksi yang diisi dengan penggalanan tanda tangan dari masyarakat tersebut bertujuan untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, informasi "hoax". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengatakan tidak sulit mengungkap aliran dana situs penyebar kebencian dan kabar bohong atau hoax. Sumber dan aliran dana situs hoax itu bisa ditangani dengan cepat dan laporannya akan diserahkan ke penegak hukum.

    "Kami bisa menyelesaikan dalam waktu singkat. Ini bukan persoalan yang complicated," kata Dian di Bogor, Jawa Barat, Rabu 28 Maret 2018. PPATK bisa menelusuri aliran dana kelompok itu dalam waktu satu atau dua bulan. "Tidak (sampai berbulan-bulan), kalau memang ada." ujarnya, Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca: Polisi dan PPATK Bahas Aliran Dana The Family ...

    Namun ketika ditanya perkembangan kasus, Dian mengatakan sejauh ini PPATK masih terus berkoordinasi dengan para penegak hukum. Ia mengatakan penyelidikan aliran dana itu masih berlangsung. "Kami tidak bisa mendahului kasus," kata Dian.

    Kepala PPATK Kiagus Badaruddin mengatakan situs-situs penyebar  hoax memiliki pola yang sama dengan kelompok Saracen. Sebelumnya situs penyebar kebencian The Family MCA ditangkap lantaran diduga kerap menyebarkan ujaran kebencian dan hoax.

    Baca juga: Tahun 2017, PPATK Periksa 228 Rekening ...

    Isu yang disebarkan adalah mengenai kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, serta pencemaran nama baik presiden dan tokoh-tokoh tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.