Elektabilias Anies Baswedan sebagai Capres dan Cawapres di Survei

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anies Baswedan disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres 2019), baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Hasil sigi sejumlah lembaga survei menyebut Anies sebagai salah satu calon alternatif di Pilpres 2019, selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

    Meski namanya kian santer disebut di sejumlah survei calon di Pilpres 2019, Anies selalu menghindar jika ditanya soal itu. Ketika ditanya awak mdia pada Rabu, 28 Maret 2018, Anies tetap tak mau berkomentar mengenai peluangnya maju Pilpres. "Lah ini baru RPJMD, kami urus RPJMD dulu," ujarnya di gedung DPRD DKI Jakarta. RPJMD adalah Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan periode yang dibahas Anies Baswedan untuk tahun 2017-2022.

    Baca: Gaya Mengelak Anies Baswedan Ditanya Jadi Cawapres Prabowo

    Sebelumnya, Anies juga menghindari pertanyaan soal peluangnya menjadi cawapres. Pada Selasa, 27 Maret 2018, Anies memilih menjawab dengan senyuman ketika ditanya hal yang sama. Bahkan, alih-alih menjawab, Anies malah bicara pertemuan di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Senin 26 Maret 2018 malam. Menurut Anies, ia datang ke acara syukuran Ahmad Muzani jadi Wakil Ketua MPR.

    Dalam survei-survei yang dilakukan, nama Anies disebut sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019 yang layak diperhitungkan. Dari survei IndoBarometer pada Desember 2017, Anies Bawsedan dipilih oleh 12,1 persen responden jika head to head dengan Jokowi di Pilpres 2019. Sementara, Jokowi dipih 49,9 persen responden.

    Baca: Beda Nasib Anies Baswedan dan Jokowi Versi Demokrat di Pilpres

    Berdasarkan survei Median pada Februari 2018, elektabilitas Anies naik 0,1 persen menjadi 4,5 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo tercatat, menurun masing-masing 1,2 persen dan 2 persen dari responden.

    Sementara itu, survei dari Poltracking pada 27 Januari-3 Februari 2018, nama Anies Baswedan masuk sebagai kandidat kuat cawapres Jokowi selain Jusuf Kalla. Anies berada dalam posisi kedua dengan perolehan dukungan 12,1 persen responden, di bawah Agus Harimurti Yudhoyono yang menghimpun dukungan 12,4 persen responden.

    Nama Anies Baswedan juga masuk dalam radar calon wakil presiden untuk Prabowo. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan bakal membahas nama Anies bersama koalisi Partai Keadilan Sejahtera. "Belum ada yang final karena menunggu hasil kesepakatan koalisi dulu,” kata dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.