Mengapa Prabowo Harus Maju Capres? Kata Desmond: Sejujurnya..

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desmond J. Mahesa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Desmond J. Mahesa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Desmond Junaidi Mahesa membuat pengakuan soal mengapa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus maju menjadi Calon Presiden pada Pemilu Presiden mendatang. Menurut Desmond, banyak yang tidak memahami bahwa pencalonan Prabowo justru berdampak positif bagi kemenangan partai dalam Pemilu Legislatif.

    Ketua Partai Gerindra ini menyebut, jika Prabowo maju, maka akan memberikan efek numpang populer (coattail effect) bagi para caleg dari Gerindra. “Kalau Prabowo tidak maju, berapa persen suara ikon kami hilang,” kata Desmond yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.

    BACA:Hashim: Kesehatan dan Logistik Jadi Pertimbangan Prabowo Nyapres

    Jadi, menurut Desmond, pertimbangan memaksa Prabowo maju dalam Pemilu Presiden. “Kalau mau jujur, itulah kenapa kami memaksa Pak Prabowo (menjadi calon presiden).” Desmon menegaskan.

    Desmon memaparkan kalkulasinya. Ia mengaku memperhitungkan pencalonan Prabowo dapat menyelamatkan suara partai. Ia lalu memberi contoh ihwal pencalonannya yang 70 persen pemilih dipengaruhi ketokohan Prabowo untuk memilih kader Gerindra. “Ikon Prabowo yang 70 persen membuat saya menang. Kalau Pak Prabowo enggak maju, suara saya hilang 70 persen,” ujarnya.

    Gerindra sendiri belum mendeklarasikan pencalonan Prabowo Subianto. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menegaskan kalau pencalonannya melihat seberapa jauh aspirasi daerah. Selain elektabilitas, menurut Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, kakaknya harus memperhitungkan logistik dan kesehatan. Apalagi, Prabowo akan berhadapan dengan Jokowi, inkumben yang juga kompetitor pada Pemilu 2014.

    Baca: Deklarasi Prabowo Subianto Sebagai Capres 11 April

    Sebanyak 34 DPD Partai Gerindra pun telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo untuk maju dalam pemilihan presiden. Pertemuan dilakukan di Hotel Double Tree, Jakarta, pada 12 Maret lalu. Dukungan pengurus daerah ini kemudian akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra pada April mendatang.

    Desmond pun mengatakan Prabowo masih menimbang banyak hal sebelum mendeklarasikan pencalonannya. Ia meyakini keputusan Prabowo didasari oleh kepentingan nasional.”Walaupun hampir semua mau Pak Prabowo maju, tapi kami tidak bisa memaksa beliau,” kata dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.