Menteri Agama: Gaji Penyuluh Honorer Akan Naik 2 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Perawat honorer saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, 16 Maret 2017. Dalam aksinya mereka meminta DPR RI memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan untuk diperlakukan sama seperti tenaga honorer Bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai UU Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ratusan Perawat honorer saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, 16 Maret 2017. Dalam aksinya mereka meminta DPR RI memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan untuk diperlakukan sama seperti tenaga honorer Bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai UU Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan pemerintah saat ini tengah memperjuangkan kenaikan honor untuk penyuluh agama non fungsional.

    Lukman menuturkan kenaikan honor itu diperoleh pasca Kementerian Agama bertemu dalam rapat dengan DPR RI belum lama ini.

    “Sebagian besar anggota Komisi VIII DPR RI mendukung gaji penyuluh agama honorer akan dinaikkan dua kali lipat dari yang diterima sekarang,” ujar Lukman saat bertemu muka dengan 1000 penyuluh agama se DIY di Universitas Islam Negeri Yogyakarta Sunan Kalijaga Yogyakarta 28 Maret 2018.

    Simak: Kata Menteri Agama, Potongan Zakat PNS Bukan untuk Politik

    Lukman menuturkan, selain menaikkam honorarium penyuluh, pemerintah juga akan menambah jumlah penyuluh agama non-PNS dalam waktu dekat.

    "Jumlah penyuluh dengan umat beragama di Indonesia saat ini masih amat timpang," ujar Lukman.

    Lukman menuturkan peningkatan honor dan penambahan jumlah penyuluh menjadi bagian pemberdayaan penyuluh agama agar makin sejahtera.

    Kesejahteraan bagi penyuluh, ujar Lukman, dinilai perlu karena posisi penting penyuluh dalam menjaga kehidupan beragama di Indonesia.

    "Penyuluh merupakan orang-orang pilihan dalam menjaga eksistensi Indonesia sebagai negara majemuk," ujar Menteri Agama ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.