Jokowi Bagikan Kiat Naik Jabatan ke Kepala Daerah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan paparan ketika memberikan kuliah umum bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Kuliah umum yang dihadiri 5.165 CPNS mewakili 33.155 CPNS yang lolos dari seleksi reguler itu digelar dengan mengangkat tema Bersatu dalam Harmoni Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024. ANTARA

    Presiden Joko Widodo menyampaikan paparan ketika memberikan kuliah umum bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Kuliah umum yang dihadiri 5.165 CPNS mewakili 33.155 CPNS yang lolos dari seleksi reguler itu digelar dengan mengangkat tema Bersatu dalam Harmoni Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan kiat kepada kepala daerah agar naik jabatan, bahkan naik hingga kursi presiden.

    "Bupati dan wali kota naik jadi gubernur. Dari gubernur naik lagi jadi presiden," kata Jokowi saat membuka rapat kerja pemerintah mengenai percepatan perizinan daerah di Jakarta International Expo pada Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca: Arahan Jokowi ke CPNS: dari Kepo Mantan Hingga Jiwa Pelayanan

    Pernyataan Jokowi itu disambut tawa para bupati dan wali kota yang hadir dalam rapat tersebut. "Loh kenapa tertawa? Ada contohnya kok," ujarnya. Jokowi sendiri sebelumnya merupakan Wali Kota Solo lalu terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya menjadi Presiden.

    Tips yang dibagikan Jokowi untuk kepala daerah yang ingin naik jabatan adalah inovasi. Dia mengatakan, dunia sudah berubah dan setiap pemimpin harus menyesuaikan. "Kalau kita masih monoton, tidak inovasi, ya ditinggal," ujarnya.

    Baca: Jokowi: Birokrasi Izin Usaha Jangan seperti Postingan 10 Halaman

    Salah satu contoh inovasi adalah percepatan perizinan. Proses pengajuan hingga penerbitan izin harus cepat dan dalam jaringan digital (online). Kepala daerah diminta memangkas izin yang bertele-tele dan menyusahkan masyarakat.

    Jokowi juga berpesan agar kepala daerah tak lagi memproduksi terlalu banyak aturan yang menghambat dan membebani masyarakat. Dalam setahun, tiga aturan baru dirasa sudah cukup. "Saya mengerti kenapa harus buat peraturan daerah yang banyak. Orientasinya ke mana juga saya mengerti jadi. Jadi jangan lagi. Sudahlah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.