Rabu, 17 Oktober 2018

Undang Veteran, Ryamizard Ryacudu Minta Masukan Soal UU Veteran

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ikut menghadiri upacara serah terima jabatan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ikut menghadiri upacara serah terima jabatan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengundang sejumlah veteran perwakilan daerah se-Indonesia untuk membahas Undang-undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Keveteranan.

    "Kami ingin mendengar suara veteran tentang hidup dan kesejahteraanya," kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan pada Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca: Anggaran Kementerian Pertahanan Naik 10 Kali Lipat dari 2007

    Menurut Ryamizard, masih banyak aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah tentang kehidupan masa tua veteran, seperti tunjangan dan penghargaan.

    Ia menyebut masih ada regulasi keveteranan yang belum diharmonisasikan antar lembaga. Misalnya, kata Ryamizard, peraturan keveteranan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Perhubungan tentang tunjangan atau potongan harga untuk setiap perjalanan veteran.

    Baca: Menhan Ryamizard: Jenderal TNI Tak Usah Jadi Penjabat Gubernur

    Ryamizard juga meminta tanggapan atau pandangan para veteran terhadap Undang-undang atau peraturan yang sudah ada. "Jika ada yang belum cocok bagi veteran, kami cocokkan," ujarnya.

    Selanjutya masukan para veteran ini akan dibahas dan dirumuskan. Nantinya, kata Ryamizard Ryacudu, hasil pertemuan ini akan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Joko Widodo untuk diperhatikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.