Aburizal Bakrie Bangga Golkar Sumbang Kader ke Partai Lain

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie tiba di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie tiba di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie mengaku bangga bila ada kader Golkar pindah ke partai lain. "Kita berbangga hati bisa menyumbang kader-kader kita yang terbaik buat partai lain yang kekurangan kader," kata Aburizal di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

    Di lokasi yang sama, Ketua Umum Partai  Golkar Airlangga Hartarto mengatakan kepindahan kader Golkar harus sesuai mekanisme. Sebab, kata dia, Golkar sudah mempunyai majelis etik. "Jadi, itu tentu harus dibahas di sana nanti," kata Airlangga.

    Baca: Priyo Budi Santoso Akan Lapor ke BJ Habibie Soal Pindah Partai

    Rabu pekan lalu Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan partainya bakal menggandeng politikus Golkar Priyo Budi Santoso sebagai sekretaris jenderal. Menurut Badaruddin, Priyo diminta langsung oleh Tommy Soeharto untuk bisa memperkuat kepengurusan Partai Berkarya menjelang pemilihan umum 2019.

    Adapun Priyo masih belum bisa mengungkapkan alasannya untuk pindah. Sebelum resmi menjadi politikus Partai Berkarya, Priyo berencana menyambangi sejumlah petinggi Partai Golkar.

    Simak: Soal Priyo Budi Pindah ke Partai Berkarya, JK Menilai Hal Biasa

    Petinggi Partai Golkar yang rencananya bakal disambangi Priyo ialah Jusuf Kalla, B.J. Habibie selaku Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.