Disebut Masuk Tim Pejaringan Cawapres Jokowi, JK Tak Mau Komentar

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum meninggalkan tanah air menuju Sydney, Australia dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 16 Maret 2018. Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia dan menghadiri CEO Forum serta konferensi mengenai counter-terrorism. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum meninggalkan tanah air menuju Sydney, Australia dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 16 Maret 2018. Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia dan menghadiri CEO Forum serta konferensi mengenai counter-terrorism. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) enggan mengomentari kabar yang menyebutkan dia bakal dilibatkan dalam menentukan calon wakil presiden Joko Widodo atau cawapres Jokowi di pemilu presiden 2019. "Saya tidak ada komentar itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

    JK hanya tersenyum sambil berlalu dan masuk ke dalam ruang kerjanya ketika ditanya kembali soal keterlibatannya itu.

    Kabar JK akan dilibatkan dalam tim penjaringan cawapres Jokowi sebelumnya diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto mengatakan JK dilibatkan karena dia dianggap sebagai salah satu tokoh bangsa yang bisa memberikan masukan.

    Baca: JK Akan Dilibatkan dalam Penentuan Cawapres Jokowi

    Menurut Hasto masuknya nama JK sebagai salah satu tokoh yang dimintai pendapat merupakan kesepakatan dari partai koalisi pendukung Jokowi. "Bagian dari kesadaran kami. Bahwa Pak Jokowi dan Pak JK adalah satu kesatuan kepemimpinan," ucapnya.

    Pembahasan cawapres Jokowi, ujar Hasto, akan dilakukan setelah pemilihan kepala daerah 2018 selesai. Masalah itu, katanya, sudah menjadi kesepakatan di antara partai politik pendukung Jokowi.

    Sebelumnya, Jokowi disebut telah membentuk sejumlah tim untuk memuluskan jalannya di pemilihan presiden 2019. Ada tim internal yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Namun Pratikno membantah memimpin tim.

    Simak: Soal Cawapres, Jokowi: Masih Penggodokan Kriteria di Tim Internal

    Ada pula Tim Garut yang dipimpin mantan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Sebutan Tim Garut merujuk pada markas tempat berkumpul tim ini, yakni di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Garut, Menteng, Jakarta Pusat. Selain di Jalan Garut, mereka suka berkumpul di Jalan Sumenep, di belakang kantor Komisi Pemilihan Umum.

    Jokowi sendiri belum mengumumkan siapa bakal calon pendampingnya meskipun sudah ada tokoh yang mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden seperti Muhaimin Iskandar.

    FRISKI RIANA | AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.