Waktu Seleksi Pimpinan LPSK 2018 Diperpanjang, Simak Jadwalnya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 29_metro_lpsk

    29_metro_lpsk

    TEMPO.CO, Jakarta - Lowongan untuk jabatan pimpinan tinggi pratama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sepi, Ketua Panitia Seleksi LPSK Imam B Prasodjo menjelaskan perpanjangan waktu untuk seleksi. Masa seleksi itu diperpanjang karena sepinya pendaftar untuk tiga posisi.

    “Cuma ada 16 orang untuk tiga jabatan, jadi diperpanjang,” kata Imam saat dihubungi Tempo, Selasa, 27 Maret 2018.

    Baca: Pendaftaran Pimpinan Tinggi Pratama LPSK Sepi Peminat 

    Pendaftaran online dan penerimaan berkas dari yang semula dijadwalkan pada 2-16 Maret 2018, diperpanjang menjadi 23 Maret-6 April 2018.

    Pemeriksaan dan seleksi administrasi dari yang awalnya 2-19 Maret, menjadi 23 Maret–8 April 2018. Tes tertulis 16 April dan hasilnya diumumkan pada 24 April 2018. Peserta yang lulus seleksi tertulis akan menjalani Assessment Center pada 26-27 April 2018, hasilnya diumumkan pada 9 Mei 2018.

    Baca juga: LPSK Buka Lowongan Pimpinan Tinggi Pratama

    Peserta yang dinyatakan lulus akan menjalani seleksi terakhir, yaitu wawancara dan tes kesehatan pada 14 dan 15 Mei 2018. Pengumuman hasil akhir dan sekaligus menutup rangkaian panjang seleksi itu pada 21 Mei 2018.

    Untuk mengetahui persyaratan dan berkas yang harus dikumpulkan untuk diseleksi, calon pendaftar bisa melihatnya di laman www.lpsk.go.id.  Salah satu persyaratan yang disebutkan, pendaftar merupakan Pegawai Negeri Sipil dengan golongan minimal IV/a.

    Imam berharap perpanjangan waktu seleksi dan pengumuman seleksi calon pimpinan LPSK ini akan menjaring lebih banyak peserta yang mendaftar. “Saya khawatir kalau tidak disebarkan, peminat sepi karena tidak diberitakan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.