JK dan Cerita Pengalamannya Tangani Konflik di Aceh dan Ambon

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir,  di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir, di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya menyelesaikan konflik di sejumlah daerah di Indonesia. Menurut JK, keberhasilannya itu tak lepas dari membaca buku.

    JK berujar, dia selalu meluangkan waktu untuk mempelajari daerah yang dilanda konflik ketika memimpin misi perdamaian. Tak hanya latar belakang konflik, dia juga mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan daerah tersebut.

    Baca: JK: Hampir 99 Persen Buku Digital Perpusnas Belum Dimanfaatkan

    "Saya selalu katakan, berikan waktu saya dua minggu, jangan diganggu. Saya ingin membaca detail apa yang terjadi sebenarnya," kata JK di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin, 26 Maret 2018.

    JK biasanya meminta ajudannya mengumpulkan buku-buku terkait daerah tersebut. Di era digital seperti sekarang, ia tak jarang mencari sendiri melalui internet.

    Menurut JK, informasi mendalam terkait kondisi daerah yang berkonflik sangat membantu untuk menemukan akar masalahnya. Sebab, hal itu berbeda dengan yang terjadi di permukaan. Ia mengatakan upaya penyelesaian konflik tak akan berhasil tanpa memahami penyebab konflik.

    Baca: JK Minta Perpustakaan Jemput Bola Mendekati Masyarakat

    Dia mencontohkan konflik di Ambon, Poso, dan Aceh. Banyak orang mengira konflik dipicu masalah agama. "Padahal bukan soal agama, tapi soal keadilan," ujarnya. Konflik di Poso dan Ambon dipicu keadilan politik, sedangkan di Aceh disebabkan keadilan ekonomi.

    JK menenkan membaca buku bisa membantu masyarakat menemukan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. Ia pun berharap lebih banyak lagi masyarakat yang membaca dan berkunjung ke perpustakaan. Dia juga meminta perpustakaan jemput bola agar lebih banyak peminatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.