Setya Novanto Alami Kecelakaan, tapi Dirawat Dokter Ginjal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka menghalangi penyidikan, Bimanesh Sutarjo, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Tersangka menghalangi penyidikan, Bimanesh Sutarjo, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Setya Novanto, yang mengalami kecelakaan mobil, dirawat dokter Bimanesh Sutarjo, yang diketahui sebagai dokter spesialis hipertensi, ginjal, dan penyakit dalam.

    Menurut eks pelaksana tugas Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau, dokter Alia, dirinya belum pernah mendengar ada korban kecelakaan karena benturan, tapi dirawat dokter spesialis ginjal.

    “Seharusnya ditangani dokter spesialis saraf,” kata Alia saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 26 Maret 2018.

    Baca juga: Dokter Junior Bimanesh Sutarjo Akan Bersaksi Hari Ini

    Alia dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi Bimanesh. Bimanesh diduga menghalangi proses penyidikan terhadap Setya, yang saat itu menjadi tersangka kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dalam persidangan, Alia mengatakan dirinya dihubungi Bimanesh pukul 11 siang pada hari ketika Setya mengalami kecelakaan.

    Saat itu, Bimanesh mengabarkan pasiennya yang bernama Setya Novanto akan dirawat di RS Medika. Bimanesh bahkan diduga telah mendiagnosis Setya dengan hipertensi berat, vertigo, dan diabetes melitus.

    Bimanesh juga diduga bersama Fredrich sengaja menggagalkan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan terhadap Setya Novanto.

    Baca juga: Setya Novanto Memohon Jadi Justice Collaborator Sambil Menangis

    Jaksa mendakwa Bimanesh melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.