Usai Kecelakaan Setya Novanto, Pihak RS Merasa Tak Nyaman

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, 12 November 2017. Kasus yang menimpa Ketua DPR ini menjadi perhatian karena Setya sempat menghilang saat akan dijemput penyidik KPK, lalu terlibat dalam kecelakaan. ANTARA

    Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, 12 November 2017. Kasus yang menimpa Ketua DPR ini menjadi perhatian karena Setya sempat menghilang saat akan dijemput penyidik KPK, lalu terlibat dalam kecelakaan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pelaksana tugas Manager Pelayanan Medik Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dokter Alia mengatakan suasana di rumah sakit menjadi tidak kondusif usai insiden kecelakaan Setya Novanto.

    “Banyak pembicaraan yang tidak baik,” kata Alia saat bersaksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada Senin, 26 Maret 2018.

    Baca: Setya Novanto dan Fredrich Yunadi Wajib Jadi Saksi untuk Bimanesh

    Pada Kamis, 16 November 2017, Setya Novanto sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Permata Hijau karena mengalami kecelakaan. Mobil yang ia tumpangi menabrak tiang listirik di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itu, Setya hendak menuju ke kantor Metro TV untuk melakukan wawancara eksklusif namun ia juga sedang dicari oleh KPK karena mangkir dari pemeriksaan.

    Alia mengatakan pihak manajemen maupun pegawai merasa kurang nyaman atas pemberitaan dan tudingan negatif masyarakat terhadap RS Medika Hijau. "Banyak omongan dan tuduhan negatif dari masyarakat yang ditujukan kepada rumah sakit," ujarnya.

    Baca: Bimanesh Ambil Alih Pasien Setya Novanto dari Michael Chia

    Situasi yang kurang nyaman itu yang juga mendorong Alia mengundurkan diri dari rumah sakit. Kini ia pun sudah pindah perusahaan dan menetap di Palembang. “Kondisi tersebut menguatkan saya juga untuk pindah ke Palembang bekerja di perusahaan lain,” kata Alia.

    Dalam kesaksiannya, Alia mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan dokter Bimanesh dan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi, beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi. Alia juga yang memilihkan kamar VIP nomor 323 untuk nantinya ditempati Setya Novanto.

    Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Bimanesh, dokter Rumah Sakit Permata Hijau menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto. Bimanesh diduga bersama-sama Fredrich sengaja menggagalkan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan terhadap Setya Novanto.

    Persekongkolan antara Bimanesh dan Fredrich untuk merintangi penyidikan berupa merekayasa data medis agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau sehingga terhindar dari pemeriksaan KPK pada 16 November 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.