Probosutedjo dan Lapangan Tenis Modern di Monas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Probosutedjo.[TEMPO/Yosep Arkian]

    Probosutedjo.[TEMPO/Yosep Arkian]

    TEMPO.CO, Jakarta - Probosutedjo, adik Presiden RI kedua Soeharto tutup usia di umur 88 tahun pada Senin pagi, 26 Maret 2018 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Selain dikenal sebagai pengusaha dan pendiri Univeristas Mercu Buana, pria kelahiran Yogyakarta, 1 Mei 1930 ini dikenal sebagai penggemar olahraga tenis. Hal ini yang mendorong Probo membangun lapangan tenis di kawasan Monumen Nasional, saat DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Soeprapto pada 1982-1987.

    Baca: Probosutedjo, 20 tahun Berperang Melawan Kanker Thyroid

    Kala itu, Probo menyulap lapangan tenis sederhana menjadi lapangan tenis modern ala Probo dengan biaya Rp 400 juta. Lapangan tenis tersebut menjadi lapangan tenis pertama yang beratap, dengan dilengkapi fasilitas kamar ganti dan pemandian dengan air panas.

    Selain olahraga tenis, Probo tertarik dengan olah raga lain. Dia tercatat sebagai pemilik klub sepak bola liga sepakbola utama Mertju Buana, Medan. Namun klub ini sudah bubar karena kasus skandal suap pada 1985.

    Baca: Probosutedjo Rencananya Dimakamkan di Yogyakarta

    Probo juga pernah menjadi partner mantan petinju, Boy Bolang sebagai promotor dalam juara dunia tinju kelas terbang Ellyas Pical melawan Wayne Mulhollan pada 1985 dan Cesar Polanco pada Februari 1986.

    Saat ini, jenazah Probosutedjo masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Sore ini, jenazah akan diterbangkan ke tanah kelahirannya di Yogyakarta untuk dimakamkan. "Almarhum akan dimakamkan di Yogyakarta," ujar rekan Probo, Hariyadi Sukamdani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.