Probosutedjo, Guru yang Pengusaha

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno saat bertemu Probosutedjo di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin 1 Mei 2017|Foto Tim Sandiaga

    Sandiaga Uno saat bertemu Probosutedjo di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin 1 Mei 2017|Foto Tim Sandiaga

    TEMPO.CO, Jakarta - Probosutedjo yang wafat Senin pagi, 26 Maret 2018 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta adalah adik seibu dari Presiden Soeharto. Putera kedua Sukirah yang lahir 1 Mei 1930 di Yogyakarta itu sangat memperhatikan dunia pendidikan. Karir awalnya adalah pengajar SMP Perguruan Kita, Serbelawan, Pematangsiantar, pada 1951.

    Ia mendirikan SMP Progresif dan menjadi direkturnya pada 1953-1958. Probo juga mendirikan sejumlah perguruan tinggi. Di antaranya Institut Pertanian Yogyakarta, Akademi Wiraswasta pada 1981 dan mendirikan Universitas Mertju Buana di Jakarta, pada 1985.

    Baca: Probosutedjo, Adik Soeharto, Wafat Pagi Ini

    Probo juga pengusaha yang masyhur. Dia mengawali usaha saat masih menjadi guru. Probo membukukan bahan ajar karyanya dan guru-guru lain untuk dijual kepada siswa. Toh, ia melepaskan profesi guru dan bekerja di PT Orici di Medan.

    Probo benar-benar menjadi pengusaha dengan mendirikan PT Setia Budi Murni, pada 1964. Ia lalu mendirikan PT Embun Emas. Ketika Soeharto menjadi Presiden RI, Probo pindah ke Jakarta. Ia mendirikan PT Mertju Buana pada 1968, yang dikenal sebagai pemegang monopoli cengkih.

    Sejak itulah usahanya bermunculan. Beberapa perusahaan didirikannya lagi. Di antaranya adalah PT Garmak Motor yang bergerak di bidang keagenan mobil, PT Cipendawa di bidang peternakan ayam, PT Kedawung, pabrik gelas terbesar di Asia Tenggara.

    Baca: Probosutedjo Rencananya Dimakamkan di Yogyakarta

    Ia memimpin beberapa perusahaan, seperti, PT Mertju Buana, PT Setia Budi Murni, PT Tegus Sri Kurnia, PT Kompos, PT Merbacal, PT Cipendawa Farm Enterprises, PT Kedawung Indah Cans, PT Menara Tri Buana, PT Menara Bumi, PT Germak Motor, PT Sagitarius Sari, PT Putra Bangsa Sejati.

    Probo juga menjadi komisaris berbagai perusahaan, seperti komisaris Utama di PT Keramika Indah Perkasa sejak 1978, dan komisaris PT Bank Jakarta sejak 1972.

    TAUFIQ SIDDIQ | PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.