Jumat, 17 Agustus 2018

Imparsial: Isu SARA Efektif dan Lebih Murah dari Politik Uang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koalisi Masyarakat Sipil menggelar konferensi pers

    Koalisi Masyarakat Sipil menggelar konferensi pers "Menyikapi Dinamika Politik Keamanan Jelang Pilkada dan Persoalan Penyebaran Kebencian (SARA)" di kantor Imparsial, Tebet, Jakarta, Kamis, 3 November 2016. TEMPO/DENIS RIANTIZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Imparsial menyatakan isu suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) terus dipakai dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 karena terbukti efektif lebih murah ketimbang politik uang. "Tinggal menyebar hoax saja di media sosial, selesai," kata koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra, di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Ahad, 25 Maret 2018.

    Imparsial menilai penggunaan isu SARA dalam pilkada DKI Jakarta menjadi contoh buruk pelaksanaan pilkada selanjutnya. "Kemarin, isu ini berhasil dalam pilkada DKI, jadi akan berlaku sama dalam pilkada 2018 dan selanjutnya."

    Baca:
    Isu SARA Dianggap Masih Jadi Primadona di Pilkada 2018
    Kata Eep, Politik Uang Semakin Tak Laku di Pilkada 2018

    Imparsial menyatakan model politik kebencian menggunakan isu SARA sudah mulai terjadi meski pilkada belum berlangsung. “Di DKI ini berhasil.” Ini membuka peluang lebih besar terulang di daerah lain.

    Ardi mencontohkan isu itu digunakan dalam pilkada Jawa Barat. “Sudah ada yang memainkan isu anti-Syiah yang dikaitkan dengan salah satu kandidat gubernur.” Menurut dia, tindakan itu adalah adopsi dari politik kebencian di DKI.

    Baca: Perludem: Isu SARA Masih Akan Efektif di Pilkada 2018

    Ardi menuturkan aturan pelarangan penggunaan isu SARA dalam kampanye juga sulit diterapkan. Sebab, sulit membuktikan seorang kandidat menggunakan kampanye hitam ini secara hukum. Biasanya cara ini disebarkan pihak ketiga. “Dan biasanya penyelidikan berhenti di sana saja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.