Polcomm Institute: Elektabilitas Jokowi Masih yang Tertinggi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninggalkan ruangan usai meninjau Kantor Kementerian Sekretariat Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Maret 2018. Presiden menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pegawai di lingkungan Istana sekaligus melihat karya lukisan Affandi Koesoema, Antonio Maria Blanco, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, Sugito Slamet, Agus Siswanto, hingga Nasirun. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo meninggalkan ruangan usai meninjau Kantor Kementerian Sekretariat Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Maret 2018. Presiden menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pegawai di lingkungan Istana sekaligus melihat karya lukisan Affandi Koesoema, Antonio Maria Blanco, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, Sugito Slamet, Agus Siswanto, hingga Nasirun. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Political Communication (Polcomm) Institute memaparkan hasil surveinya tentang pemilihan presiden 2019, Ahad, 25 Maret 2018. Hasil survei itu memperlihatkan elektabilitas presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi, masih yang tertinggi dibanding calon lain. "Jokowi memperoleh suara 49,08 persen," ujar Direktur Polcomm Institute Heri Budianto saat merilis hasil surveinya di Jakarta.

    Di belakang Jokowi, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto membuntuti dengan 26,67 persen. Selain Jokowi dan Prabowo, nama-nama yang masuk lima besar survei adalah mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo, dengan 3,5 persen, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang 1,75 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 1,58 persen.

    Baca: Survei Polcomm Institute: AHY Tertinggi sebagai Cawapres Jokowi

    Heri menuturkan pemilih Jokowi dalam pilpres tahun depan belum tentu berasal dari partai pengusung pada pemilu sebelumnya. "Mayoritas responden menjawab pilihan partai di tahun 2014 bisa berubah sebesar 43,08 persen dengan pilihan pilpres 2019,“ katanya. "Walaupun partai yang dipilih responden di 2014 mengajukan calon presiden di pilpres 2019."

    Hanya sekitar 36,58 persen pemilih yang tetap konsisten memilih partai sama dengan pilihan pasangan capres yang diusung parpol yang dipilihnya pada 2014. Survei Polcomm Institute menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.

    Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18-21 Maret 2018, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,73 persen.

    Simak: Peluang Cawapres Jokowi dari Nonpartai Dianggap Sulit Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.