JK Ingin Anies Baswedan Fokus Urus Jakarta ketimbang Ikut Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas keberangkatan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Jepang, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2018. Setwapres

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas keberangkatan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Jepang, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2018. Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih baik fokus mengurus Ibu Kota ketimbang ikut maju di pemilihan presiden 2019.

    Kalla menuturkan tidak merestui Anies maju di pilpres 2019. "Ndak, ndak," katanya setelah mengikuti jalan santai Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca: Soal Nama Anies Baswedan di Pilpres, Gerindra: Belum Diputuskan

    Meski begitu, Kalla menilai Anies memang cocok menjadi calon wakil presiden. "Oh, semua bisa (menjadi cawapres). Tapi dia (Anies) sekarang konsentrasi menjadi Gubernur DKI," ujarnya.

    Kalla mengatakan tidak akan mendorong Anies maju di pilpres 2019. Menurut dia, biar partai-partai yang mengajukan.

    Nama Anies Baswedan memang masuk ke sejumlah survei calon presiden 2019. Anies dianggap bisa menjadi calon alternatif, selain Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Baca: Gubernur Anies Baswedan Kritik Keras Dirut PAM Jaya Soal Kontrak

    Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan Anies bisa menjadi penantang kuat Jokowi jika Prabowo Subianto tak maju menjadi calon presiden. Survei yang dilakukan Indo Barometer pada Desember 2017 menunjukkan 49,9 persen dukungan terhadap Jokowi dan 12,1 persen dukungan terhadap Anies jika kedua tokoh itu dipertemukan dalam pilpres 2019.

    Sementara itu, survei yang digelar Media Survei Nasional (Median) pada Februari 2018 menunjukkan, jika pemilihan presiden dilakukan saat itu, elektabilitas Jokowi sebagai inkumben turun 1,2 persen (dari 36,2 menjadi 35 persen), sedangkan Prabowo turun 2 persen (23,2 menjadi 21,2 persen). Adapun elektabilitas yang naik, menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 0,1 persen (4,4 menjadi 4,5 persen).

    Selain menjadi capres, nama Anies dinilai berpotensi sebagai calon wakil presiden. Hasil survei Poltracking yang dilakukan pada 27 Januari-3 Februari 2018 menunjukkan ada enam kandidat cawapres Jokowi selain Jusuf Kalla yang memiliki elektabilitas di atas 5 persen dengan gap yang cukup signifikan. Keenam kandidat itu adalah Agus Yudhoyono 12,4 persen; Anies Baswedan 12,1 persen; Gatot Nurmantyo 11,4 persen; Ridwan Kamil 10,4 persen; Muhaimin Iskandar 7 persen; dan Khofifah Indar Parawansa 5,5 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.