Jusuf Kalla Minta Warga Bugis yang Merantau Taati Peraturan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas keberangkatan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Jepang, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2018. Setwapres

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas keberangkatan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Jepang, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2018. Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat suku Bugis, Makassar, yang tinggal di luar Sulawesi Selatan mengikuti peraturan daerah setempat. JK mencontohkan warga Makassar yang tinggal di DKI Jakarta adalah warga Jakarta, bukan lagi warga Makassar.

    "Tentunya harus ikuti arah dan peraturan yang ada di satu kota, satu tempat," kata JK saat memberi sambutan di acara jalan santai Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Lapangan Tugu Monas pada Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca: Jusuf Kalla Bakal Hadiri Acara Akbar Pendeta di Sulawesi Tengah

    JK mengatakan suku Bugis terkenal tersebar di banyak tempat. Karena itu, menurut dia, banyak provinsi yang memiliki daerah bernama Kampung Bugis. Bahkan di Ibu Kota DKI Jakarta ada satu kecamatan yang bernama Kecamatan Makassar. "Kalau di daerah lain hanya Kampung Bugis, ini kecamatan. Lebih tinggi," ujarnya sambil diikuti tawa hadirin.

    Menurut JK, hal itu menandakan sejak dulu masyarakat Makassar memang tersebar di banyak tempat, bahkan hingga ke luar negeri. Hal ini sekaligus membuktikan warga Makassar, sebagai kelompok masyarakat, senang hidup bersama dengan suku lain.

    Baca: Jusuf Kalla Sampaikan Wejangan untuk Golkar Hadapi Pemilu

    "Di Singapura kan ada juga Kampung Makassar, di Thailand juga ada Kampung Makassar, di Afrika juga ada Kampung Makassar," kata JK.

    Jusuf Kalla berpesan masyarakat Makassar mau membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat memajukan bangsa. "Kalau pemerintah jaga kebersihan, marilah kita jaga kebersihan. Kalau (disuruh) harus tenang, ya, tenang. Tidak menimbulkan kelompok-kelompok yang keras," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.