Gatot Nurmantyo di Sigi: Selagi Ada Ulama, Kita Aman

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Nurmantyo. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gatot Nurmantyo. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, SIGI - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berada di Sigi, Sulawesi Tengah hari ini, Sabtu 24 Maret 2018. Mantan Panglima TNI ini memberikan sambutan saat Haul Habib Muhammad Bin Idrus Bin Salim Aljufri III di Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo.

    Dalam pidatonya, Jenderal Gatot meminta masyarakat membiasakan diri untuk bertanya kepada para ulama bila menemukan masalah dalam lingkungannya.

    "Bertanyalah kepada ulama, mereka bisa memberikan jawaban yang tepat. Bertanyalah kepada ulama," kata Gatot Nurmantyo.

    BACA:Masuk Radar Gerindra, Gatot Nurmantyo Sudah Bertemu Prabowo

    Jenderal Gatot mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terburu-terburu dan mengambil tindakan ketika merespon suatu problem yang terjadi di tengah masyarakat.

    "Ada ulama yang bisa memberikan solusi, saran, pencerahan kepada masyarakat," ujarnya dan menekankan bahwa ulama berperan penting dalam pembinaan umat dan masyarakat dalam merawat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

    "Selagi masih ada ulama, Insya Allah kita tetap aman dan bersatu," katanya menambahkan.

    Ia juga menghimbau masyarakat di Kabupaten Sigi, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Jenderal Gatot yang mengenakan kemeja berwarna putih dan kopiah hitam, saat tiba di lokasi haul, disambut tokoh pemuda, perempuan, masyarakat, tokoh agama dan para ulama seperti M Ali Aljufri dan H Zainal Abidin MAg serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Abdullah Latopada.

    Habib Shaleh Aljufri mengatakan Haul Habib Muhammad, tidak hanya semata-mata mengenang tokoh agama tersebut melainkan dirangkaikan dengan kegiatan sosial yaitu pemberian bantuan perlengkapan fardu kifayah/kain kafan sebanyak 50 lemar.

    Habib Muhammad Bin Idrus Bin Salim Aljufri merupakan anak dari Habib Idrus Bin Salim Aljufri. Habib Idrus Bin Salim Aljufri merupkan salah satu keturunan dari Nabi Muhammad SAW, yang dikenal oleh masyarakat Sulawesi Tengah dengan sapaan 'Guru Tua'.

    BACA: Gatot Nurmantyo Bicara Soal Ulama Bangkit: Mudah Dipecah

    Guru Tua merupakan salah satu pembawa Islam di Tanah Kaili, Sulawesi Tengah. Ia mendirikan pusat pendidikan Islam bernama Alkhairaat di Kota Palu.

    Ketika Habib Idrus/Guru Tua meninggal dunia, Alkahiraat yang dibangunnya dipimpin oleh beberapa tokoh salah satunya Habib Muhammad Bin Idrus Bin Salim Aljufri, salahs atu putra Guru Tua.

    Kini Alkhairaat dipimpin oleh Habib Saggaf Bin Salim Aljufri, anak pertama Habib Muhammad Bin Idrus Bin Salim Aljufri.

    Gatot juga menyempatkan saalat subuh di Masjid Alkhairaat Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, sekaligus berziarah ke Makam Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) yang terletak di masjid tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.