Danjen Kopassus: Kejahatan Siber Ancaman Nyata Saat Ini

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Kopassus menampilkan seni beladiri dan tenaga dalam usai Upacara Penyerahan Satuan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, 23 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Prajurit Kopassus menampilkan seni beladiri dan tenaga dalam usai Upacara Penyerahan Satuan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, 23 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Mayor Jenderal Eko Margiyono mengatakan kejahatan siber merupakan ancaman nyata saat ini.

    "Berkaitan dengan siber tadi, kita (menganggap) ancaman sudah sedemikian nyata. Oleh karena itu kita harus mampu mengantisipasi," kata Eko Margiyono di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat, 23 Maret 2018.

    Baca: Mutasi TNI AD, Danjen Kopassus Upacara Serah Terima Kesatuan

    Eko baru menerima penyerahan satuan Kopassus dari danjen sebelumnya, Mayor Jenderal Madsuni. Serah terima jabatan (sertijab) resmi Danjen Kopassus sudah lebih dulu berlangsung di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Jakarta, pada Kamis, 22 Maret 2018. Sertijab  dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.

    Madsuni menuturkan Kopassus sedang giat mengembangkan kemampuan dan keterampilan prajurit dengan melalui pendidikan dan pelatihan, sepeti perang hutan dan pertempuran kota. Pengembangan prajurit tersebut juga didukung peralatan khusus yang modern.

    Simak: Amerika Cabut Embargo Kopassus, Danjen: Kita Lihat Kondisi Dulu

    "Untuk mendukung keberhasilan satuan Sanda (Sandhi Yudha), kita juga bentuk dan mengembangkan satuan siber Kopassus dalam menghadapi perang asimetris," kata Madsuni.

    Eko menambahkan Kopassus memang harus mengikuti perubahan zaman. Kalau Kopassus tidak pernah mau beradaptasi dengan perubahan, ujar Eko, suatu saat  akan dilindas oleh zaman.

    "(Kejahatan) siber sekali lagi, hoax itu hanya satu bagian daripada serangan berkaitan pada siber," kata Eko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.