Airlangga Hartarto Dinilai Tak Bisa Dongkrak Elektabilitas Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) berjabat tangan dengan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (tengah) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito (kedua kiri) dan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius dalam peresmian PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. ANTARA

    Presiden Jokowi (kedua kanan) berjabat tangan dengan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (tengah) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito (kedua kiri) dan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius dalam peresmian PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 hanya sedikit dipengaruhi oleh tokoh dari koalisi partai pendukungnya. Ia melihat faktor calon wakil presiden nantinya tidak akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi elektabilitas Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    "Menurut saya tidak karena kalau kita lihat survei tidak ada satupun nama yang bisa mengangkat nama Jokowi dengan sangat tinggi," ujar Yunarto di sela-sela rapat kerja nasional Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018. Yunarto menilai elektabilitas Jokowi lebih dipengaruhi pada kinerjanya selama pemerintahan periode 2014-2019.

    Baca juga: JK: Golkar Perlu Cari Kader untuk Bantu Jokowi di Pilpres 2019

    Yunarto pun berpendapat faktor loyalitas selama lima tahun pemerintahan periode kedua dan perbaikan manajemen pemerintahan akan menjadi kekuatan untuk Jokowi. Faktor kinerja itu, kata Yunarto, lebih berpengaruh dibandingkan calon wakil presiden.

    Menurut Yunarto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, yang digadang-gadang bakal menjadi cawapres Jokowi, tidak mampu memberikan dampak elektoral dalam pemilu. "Harus diakui Airlangga bukan sosok yang kuat secara elektoral," ujar Yunarto.

    Airlangga, kata dia, berbeda dengan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah memiliki modal elektoral.

    Baca juga: Soal Deklarasi Capres, Prabowo: Nanti, Kita Lihat Dukungan

    Meski begitu, Yunarto memastikan siapapun yang menjadi cawapres akan memberikan bonus elektoral bagi partai politik asal calon wakilnya. Sebab, kata dia, karakter pemilih saat ini mengutamakan calon presiden pilihannya. "Pilihan legislatifnya akan terpengaruh pada pilihan capres dan cawapresnya," kata dia.

    Yunarto memprediksi partai politik yang menempatkan kadernya sebagai cawapres akan mendapatkan limpahan elektoral yang signifikan. "Makanya jangan-jangan pertarungan terbesar 2019 bukan diperebutan presiden, tapi diperebutan calon wakil presiden," kata Yunarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.