Kata Cak Nun Soal Polemik Amien Rais dengan Luhut Panjaitan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emha Ainun Nadjib membaca puisi dalam gladi resik pentas teater berjudul

    Emha Ainun Nadjib membaca puisi dalam gladi resik pentas teater berjudul "Nabi Darurat Rasul Ad-Hoc" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Kamis (8/3) malam. Nabi Darurat Rasul Ad-Hoc merupakan refleksi terbaru Emha Ainun Nadjib terhadap carut marut keadaan manusia di bumi dan akan dipentaskan 9 Maret 2012. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Budayawan Emha Ainun Nadjib mengomentari polemik terkait pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menuding aksi bagi-bagi sertifikat tanah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk kebohongan. Cak Nun mengibaratkan sistem dan dinamina politik di Indonesia seperti permainan sepak bola yang aturannya sudah tak jelas.

    “Kita ini ibarat sudah kacau sepakbolanya sehingga menendang bola kemanapun selalu salah bagi yang lain,” ujar Cak Nun saat ditemui di kediamannya di kampung Kadipiro, Yogya, Jumat 23 Maret 2018.

    Baca juga: Jawab Tudingan Amien Rais, Sofyan Djalil: Itu Kurang Informasi

    Polemik ini dipicu ketika Amien Rais mengkritik pembagian sertifikat tanah yang selama ini dilakukan Presiden Jokowi. Politikus PAN itu menyebut program Jokowi tersebut sebagai tindakan yang membohongi publik. Tak lama setelah komentar Amien, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengancam membuka dosa pengkritik pemerintah yang asal-asalan.

    Menurut Cak Nun, polemik tersebut tak ubahnya seperti rasa gatal dari kudis di tubuh Indonesia yang kemudian setelah digaruk sembuh tapi terjadi lagi. “Saya enggak bisa jawab soal kudis, wong darahnya yang kotor kok,” ujarnya.

    Ketidakjelasan arah politik inilah yang membuat Cak Nun malas ikut campur dalam polemik politik yang terjadi di Indonesia.

    “Aku tak gawe lapangan dewe sing bener wae, mainke sing bener (Saya bikin lapangan sendiri saja, memainkan yang benar saja),” ujarnya.  

    Menurut Cak Nun, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tak berpihak pada golongan A atau B. "Tapi sepertinya masyarakat juga sudah lupa butuh pemimpin yang tak berpihak,” ujarnya terkait polemik Amien Rais dengan Luhut Panjaitan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.