Mekeng: Setya Novanto Bohong Soal Aliran Dana E-KTP ke Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Melchias Marcus Mekeng. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Anggota DPR Melchias Marcus Mekeng. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng, menilai Setya Novanto memberikan kesaksian bohong dalam sidang kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ini terkait dengan kesaksian Setya Novanto yang menyebutkan adanya aliran dana Rp 5 miliar untuk penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar.

    “Dia (Setya Novanto) bisa sakit hati, bisa stres, bisa lagi galau. Tapi, menurut saya, itu kebohongan publik yang dilakukan mantan Ketua DPR,” kata Mekeng di Hotel Sultan, Kamis, 22 Maret 2018. Mekeng menilai Setya harus mempertanggungjawabkan kesaksiannya tersebut.

    Baca juga: Setya Novanto Pakai Rp 5 Miliar Uang E-KTP untuk Rapimnas Golkar

    Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis kemarin, Setya, terdakwa korupsi proyek e-KTP, mengakui ada aliran dana proyek e-KTP sebesar Rp 5 miliar yang digunakan untuk Rapimnas Partai Golkar di Bali pada 2016. “Rp 5 miliar itu untuk Rapimnas. Itu diberikan ke panitia,” ucap Setya.

    Setya berujar, uang yang berasal dari PT Biomorf Mauritius tersebut sebelumnya diterima keponakannya sendiri, yakni Irvanto Hendra Pambudi. Uang itu diantar suruhannya, yakni Ahmad, setelah dikirim oleh perusahaan penukaran uang PT Inti Valuta. Irvanto saat itu menjadi penyelenggara Rapimnas Golkar dan membutuhkan uang sebesar Rp 5 miliar.

    Baca juga: Setya Novanto Menyesal, tapi Tak Mengaku Terlibat Kasus E-KTP

    Mekeng pun menyayangkan kesaksian Setya Novanto yang seolah-olah menyudutkan Partai Golkar. “Partai ini wadah demokrasi untuk menyalurkan aspirasi, kenapa kita mesti hancurkan. Kalau uang masuk ke dalam partai, itu masuk ke dalam rekening. Kalau yang di belakang layar, mana saya tahu,” kata Mekeng.

    Mekeng pun membantah adanya duit proyek e-KTP yang digunakan untuk Rapimnas Partai Golkar. “Kalau dia berbohong, dia dosa, termasuk kepada Tuhan dan kepada partai,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.