Jaksa KPK Perlihatkan Rekaman CCTV, Fredrich Yunadi Mencak-mencak

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Michael Chia Cahaya, saat bersaksi dalam perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 22 Maret 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Michael Chia Cahaya, saat bersaksi dalam perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 22 Maret 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta- Terdakwa kasus perintangan penyidikan, Fredrich Yunadi, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. Dalam persidangan, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Roy Riady minta izin pada  majelis hakim untuk memutarkan video rekaman CCTV Rumah Sakit Medika.

    Menurut jaksa video itu merupakan bukti kasus perintangan penyidikan oleh Fredrich. "Izin memperlihatkan, Yang Mulia," kata Roy.

    Namun, Fredrich dan kuasa hukumny, Sapriyanto Refa, langsung memprotes.  Sapriyanto mempertanyakan cara jaksa memperoleh rekaman CCTV tersebut. Menurut dia, cara memperoleh barang bukti harus berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung Nomor 20 Tahun 2016.

    Baca: Fredrich Yunadi Ingin Setya Novanto Jadi Saksi di Sidangnya

    Dalam aturan itu, kata dia, barang bukti elektronik harus didapatkan melalui perintah penegak hukum yang diberikan kepada suatu institusi sebelum sebuah perkara terjadi. "Bagaimana caranya jaksa mendapatkan? Apakah melalui permintaan kepada RS atau pemberian dari RS setelah diajukan? Karena berdasarkan pemberian dari RS maka barang buktinya tidak boleh," kata dia.

    Simak: Fredrich Yunadi Suka Kemewahan Pamer Kekayaan di Acara Najwa

    Menanggapi keberatan penasihat hukum Fredrich, jaksa bersikukuh bahwa rekaman tersebut diperoleh secara sah. Jaksa mengaku punya surat penyitaan barang bukti. "Kami bisa perlihatkan, Yang Mulia," kata dia.

    Fredrich menimpali jawaban jaksa dan kembali mempertanyakan izin penyitaan. Sekali lagi dia mengutip putusan MA. "Yang kami permasalahkan adalah ini diminta saat perkara atau belum," kata dia.

    Simak: Jaksa KPK Protes Merasa Dilecehkan Fredrich Yunadi

    Ketua Majelis Hakim Syaifudin Zuhri kemudian menengahi polemik itu. Dia meminta jaksa dan penasihat hukum maju ke meja hakim untuk melihat surat perintah penyitaan. Fredrich juga ikut nimbrung.

    Di depan meja majelis hakim, Roy dan Frederich kembali terlibat adu mulut. "Bukti CCTV ini untuk kasus Setya Novanto, bukan kasus saya, Pak. Jangan nipu, Pak," ujar Fredrich.

    "Bapak jangan menyimpulkan (menipu), ini fakta," kata Roy.

    "Ini bukan menyimpulkan, tapi ini peraturan," ucap Fredrich dengan nada tinggi.

    "Cukup. Kembali ke tempat duduk!" ujar hakim.

    Lihat: Hakim Tolak Eksepsi Fredrich Yunadi, Sidang Dilanjutkan

    Dalam video yang kemudian ditayangkan itu terlihat rekaman diambil pada 16 November 2017 sekitar pukul 17.38. Artinya, video itu diambil pada hari yang sama Setya mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, sekitar pukul 18.35. Video itu menampakan sebuah lorong berubin putih dengan sebuah pintu di ujung lorong sebelah kanan.

    Dokter RS Medika Michael Chia Cahaya yang bersaksi dalam sidang itu mengaku mengenal lokasi dalam video. Dia mengatakan lorong itu adalah jalan menuju ruangan Instalasi Gawat Darurat di lantai satu RS Medika. Pintu di sebelah kanan, kata dia, adalah pintu ruangan IGD. Michael merupakan dokter jaga IGD pada hari perekaman itu.

    Baca juga: Eksepsi Ditolak, Fredrich Yunadi Tuduh Jaksa Tidak Paham Hukum

    Beberapa waktu kemudian nampak seorang laki-laki berkemeja safari hitam dan celana hitam keluar dari pintu tersebut. Michael menerangkan laki-laki tersebut adalah Fredrich. "Itu terdakwa," kata dia.

    Menurut Michael, selama di ruangan itu, Fredrich meminta dia untuk membuat surat keterangan perawatan Setya Novanto dengan alasan kecelakaan mobil. Padahal, kata dia, saat itu Setya belum tiba di rumah sakit. "Saya bilang saya enggak mau. Saya lebih memilih dipecat daripada disuruh seperti itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.