Pramono Anung Bantah Tudingan Setya Novanto Soal Duit E-KTP

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) bersama Mensos Kofifah Indarparawansa (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kanan) serta Kepala BNPB Willem Rampangilei (kiri) berdiskusi saat memaparkan hasil rapat terbatas membahas penanganan gempa Aceh di Kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/12). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) bersama Mensos Kofifah Indarparawansa (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kanan) serta Kepala BNPB Willem Rampangilei (kiri) berdiskusi saat memaparkan hasil rapat terbatas membahas penanganan gempa Aceh di Kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/12). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 Pramono Anung membantah pernyataan terdakwa dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, yang mengatakan Pramono menerima uang US$ 500 ribu dari pengusaha Made Oka Masagung yang kini berstatus tersangka. Pramono mengatakan dia tidak ada sangkut paut dengan proyek E-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

    Pramono menjelaskan saat itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR bidang Industri dan Pembangunan yang mengkoordinasikan Komisi IV sampai Komisi VII. "Sama sekali tidak berhubungan dengan Komisi II dan juga sama sekali tidak berhubungan dengan Badan Anggaran," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca juga: Setya Novanto: Ada Uang E-KTP ke Puan Maharani dan Pramono Anung

    Dalam sidang di Pengadilan Tipikor hari ini, Setya Novanto mengatakan tahu adanya aliran duit ke Pramono Anung dari pengusaha Made Oka Masagung. Uangnya sebesar US4 500 ribu. Hal itu diketahui Made Oka mengunjungi rumah Setya.

    Tapi keterangan Setya dibantah Pramono. Menurut Sekretaris Kabinet ini, tidak masuk akal bila ada orang yang mencoba menyuapnya demi memuluskan proyek e-KTP di DPR. Alasannya, dia tidak memiliki kewenangan dan kedudukan yang membuatnya bisa mengambil keputusan terkait hal itu.

    "Lah dalam hal ini saya itu enggak pernah ngomong satu kata pun yang berkaitan, berurusan dengan e-KTP," ujarnya.

    Ia menjelaskan para pejabat saat itu yang saat ini telah diperiksa di persidangan tidak ada yang pernah berbicara dengannya tentang e-KTP. "Sama sekali tidak ada," tuturnya.

    Pramono membenarkan dia mengenal Made Oka Masagung. Namun dia tidak mengenal Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha lain yang kini menjadi terpidana.

    Kedekatan Pramono Anung dengan Made Oka Masagung, kata dia, lantaran keluarga Masagung dekat dengan Bung Karno. Selain itu, ia berteman dekat dengan kakak dari Made Oka Masagung, Putra Masagung. Tapi ia membantah pernah berbicara tentang e-KTP dengan Made Oka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.