Wapres JK Yakin Polemik Amien Rais dan Luhut Berujung Perdamaian

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir,  di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir, di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai polemik antara mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai bentuk aksi dan reaksi. JK yakin polemik kedua tokoh itu akan berujung perdamaian.

    "Itu artinya ada aksi ada reaksi. Nanti ujungnya ada perdamaian," kata Jusuf Kalla di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca: Polemik Luhut dan Amien Rais, SBY: Selesaikan dengan Kekeluargaan

    Polemik ini dipicu ketika Amien Rais mengkritik pembagian sertifikat tanah yang selama ini dilakukan Presiden Joko Widodo. Politikus PAN itu menyebut program Jokowi tersebut sebagai tindakan yang membohongi publik.

    Kritik itu ditanggapi Luhut dengan menggebu. Saat berpidato di seminar mengenai kelautan di Badan Pemeriksa Keuangan, Luhut menanggapi pernyataan Amien Rais dengan mengatakan bahwa proses pembagian sertifikat sudah berlangsung lama dan kini dipercepat di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Luhut juga membantah tudingan bahwa Presiden Jokowi menjual negara kepada pihak asing lewat investasi.

    Baca: Amien Rais Kritik Sertifikat, Sofyan Djalil: Datanya dari Mana?

    Pernyataan Luhut dilanjutkan dengan mengancam membuka dosa seorang tokoh senior yang sembarangan mengkritik pemerintah. Namun dia tak menyebut nama tokoh tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.