Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar, Jusuf Kalla: Itu Kan Fiksi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla mengecek kondisi anak stunting dalam kunjungannya ke Posyandu Permata Bunda Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, 12 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla mengecek kondisi anak stunting dalam kunjungannya ke Posyandu Permata Bunda Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, 12 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat dimintai tanggapannya mengenai pidato Prabowo Subianto soal kemungkinan Indonesia bubar pada 2030. Setelah tertawa sebentar, dia menyatakan prediksi itu hanya fiksi. "Itu kan fiksi," ucapnya di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

    Namun Jusuf Kalla menyatakan prediksi itu bukan berarti tak mungkin terjadi. Dia berujar, negara bisa saja bubar karena perpecahan. "Itu terjadi di banyak negara. Alhamdulillah, kita tidak," tuturnya.

    Baca juga: Hanafi Rais Sebut Pidato Prabowo sebagai Peringatan

    Jusuf Kalla pun memperingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan. "Apabila kita tidak betul-betul menjaga persatuan, bisa saja terjadi, seperti di Balkan, di Rusia," katanya.

    Prabowo menyatakan Indonesia diprediksi bubar pada 2030 dalam sebuah pidato. Video pidato tersebut direkam dan diunggah Partai Gerakan Indonesia Raya melalui akun Twitter dan Facebook resminya.

    Dalam pidato tersebut, Prabowo berujar, "Di negara lain, mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030."

    Baca juga: Pengamat: Pidato Prabowo Bisa Jadi Bumerang Pilpres 2019

    Dalam pidato, Prabowo mengatakan bubarnya negara ini lantaran elite Indonesia saat ini tidak peduli meskipun, dari 80 persen tanah di Indonesia, hanya 1 persen dikuasai rakyat. Begitu pun saat sebagian besar kekayaan Indonesia diambil di luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.