Warga NTT Antusias Ikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kemenhub

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kementerian Perhubungan yang diselenggarakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Kupang, NTT, Rabu,  21 Maret 2018.

    Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kementerian Perhubungan yang diselenggarakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Kupang, NTT, Rabu, 21 Maret 2018.

    INFO NASIONAL - Ribuan masyarakat Nusa Tenggara Timur antusias mengikuti seleksi program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kementerian Perhubungan yang diselenggarakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut terlihat dari antrean peserta yang memenuhi lokasi seleksi, Rabu, 21 Maret 2018.

    Kepala BP2IP Tangerang Sugiyono mengungkapkan, kali ini pihaknya menyelenggarakan diklat untuk 600 peserta yang dilaksanakan Kamis, 22 Maret 2018. "Peminat di Nusa Tenggara Timur ada 90.000 lebih. Nanti akan kita laksanakan di angkatan berikutnya sesuai dengan kuota yang ditugaskan kepada kami," katanya.

    Ia menjelaskan, pada diklat ini disampaikan dua jenis keterampilan, yakni Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan Keterampilan Penangkap Ikan Daerah Pelayaran 30 mil. “Diklat diselenggarakan gratis, bahkan makan peserta pun kita yang tanggung," ujarnya.

    Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang M. Hermawan mengakui tingginya minat masyarakat terhadap program DPM ini. "Minat masyarakat sangat tinggi, kita mendukung dan membantu pelaksanaannya. Ini sangat bagus untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tidak hanya di Kupang, tapi seluruh Nusa Tenggara Timur," ucapnya.

    Salah satu calon peserta diklat ini adalah Adrianus Adu, asal Pulau Semau. Ia mengetahui informasi diklat ini dari syahbandar dan ingin sekali ikut. Pria berusia 66 tahun ini mengaku kalau dia membutuhkan diklat ini. "Saya sudah berlayar selama 20 tahun lebih. Mulai dengan kapal dayung dan sekarang saya sudah pakai kapal layar motor," tuturnya.

    Adrianus berharap program ini berlanjut, baik untuk jumlah peserta, maupun peningkatan kompetensi. "Saya harap pemerintah melanjutkan, karena masih banyak teman-teman yang berminat. Kami butuh dan terbantu karena ini gratis," katanya.

    Tahun ini, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) ditugaskan melaksanakan DPM untuk 100 ribu peserta. Sementara BP2IP Tangerang mendapat kuota 7.540 peserta. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.