Din Syamsuddin Tak Setuju Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri) bersama  Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (dua kanan)  saat melakukan pertemuan dikantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (08/01). Silaturahmi tersebut salah satunya membahas gagasan untuk mendirikan lembaga khusus tabungan haji. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (dua kanan) saat melakukan pertemuan dikantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (08/01). Silaturahmi tersebut salah satunya membahas gagasan untuk mendirikan lembaga khusus tabungan haji. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin tidak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pidatonya bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

    "Saya tidak sepakat karena saya berkeyakinan Insya Allah Indonesia tidak akan bubar," kata Din Syamsuddin saat ditemui di Gedung MUI pada Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca: Pengamat: Pidato Prabowo Bisa Jadi Bumerang Pilpres 2019

    Prabowo Subianto memberikan pernyataan tersebut melalui video berdurasi 1 menit 31 detik yang diunggah melalui akun resmi Partai Gerindra. Dalam video tersebut, ia mengenakan baju putih dan dengan tegas mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

    Dalam video tersebut, ia memberikan argumen salah satunya soal kedaulatan negara yang menurutnya 80 persen tanah seluruh negara dikuasai hanya satu persen oleh rakyat Indonesia. Prabowo juga mengatakan bahwa di negara lain mereka sudah ada kajian-kajian bahwa Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

    Baca: Prabowo Pidato Indonesia akan Bubar, Ini Nasehat Pengamat

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan perlu ditanyakan kembali ke Prabowo apa maksud ia menyampaikan pernyataan tersebut.

    Berkaitan dengan Indonesia akan bubar pada 2030, Din menyampaikan bahwa Indonesia belum masuk ke kategori failed state. Namun terdapat indikasi dari failed state yang telah dirasakan di Indonesia. "Ketika adanya keganjilan dalam persebaran kekayaan atau aset nasional atau tidak adanya pemerataan. Indonesia masuk ke kategori itu," kata dia.

    Namun Din optimistis dengan anak bangsa Indonesia yang bisa mempertahankan Indonesia. "Bahwa ada kekurangan, itu yang harus kita isi," ujarnya.

    Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan pidato Prabowo yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 merupakan warning untuk pemerintahan saat ini. Menurut Fadli, jika cara memimpin Indonesia sama seperti saat ini, bisa kacau. Fadli meminta masyarakat berkaca pada pengalaman Uni Soviet, sebagai negara kuat tapi terpecah setelah 70 tahun berdiri.

    FADIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.