Pemerintah Kesulitan Dampingi TKI yang Divonis Mati di Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi pada 18 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi pada 18 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri kesulitan menyelesaikan masalah TKI yang terjerat masalah hukum di Arab Saudi. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan pihaknya kesulitan mengadvokasi TKI yang terjerat masalah hukum sebelum tahun 2011.

    "Sebelum periode 2011 itu sulit karena kita tidak ada pendampingan. Kita tidak tahu BAP-nya (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Iqbal dalam rapat bersama Tim Pengawas TKI, di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 21 Maret 2018. Saat ini, setidaknya 20 WNI terancam hukuman mati di Arab Saudi.

    Iqbal menjelaskan pada periode itu, banyak TKI yang tidak mendapatkan pendampingan hukum, seperti bantuan penerjemah. Sehingga, banyak TKI yang tidak memahami isi berita acara pemeriksaan terpaksa menandatanganinya. "Itulah yang jadi pegangan hakim. Itu yang menyebabkan situasi ini sangat sulit," ujarnya.

    Baca: Saat Pembunuhan, TKI Zaini Ada di Tempat Kejadian

    Sejak 2015-2018, Kemenlu mencatat ada 46 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Sebanyak 42 kasus, kata dia, adalah bawaan kasus yang terjadi sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Pada periode tersebut jumlah yang berhasil kita bebaskan adalah 23 orang. Jadi jauh lebih besar daripada jumlah kasus baru yang masuk," kata dia.

    Sementara itu, Iqbal menilai sistem pendampingan hukum secara langsung mulai terbangun pada 2011. Sehingga, angka WNI yang terjerat hukuman mati bisa ditekan. "Kita berikan pendampingan, penerjemah mulai dari proses investigasi sehingga kita tahu persis apa yang muncul di dalam BAP," kata dia.

    Baca: Kemenlu: 20 WNI Terancam Hukuman Mati di Arab Saudi

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mengawal kasus hukum dan memberikan perlindungan bagi TKI di Arab Saudi. Ia menyebutkan dari 102 kasus TKI yang terancam hukuman mati, ada 79 kasus di antaranya berhasil dibebaskan. "Ada tiga dieksekusi, 20 sedang dalam proses," ujarnya.

    Pemerintah, kata Hanif, terus berupaya maksimal untuk membebaskan 20 orang terancam hukuman mati ini. "Kita mengajukan peninjauan kembali dari keputusan yang sudah inkrah di tingkat kasasi," ujarnya.


  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.