Zaini Misrin Kerap Bertengkar dengan Anak Tiri Majikannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi karena  dinilai terbukti bersalah membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy. TEMPO/Subekti.

    Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi karena dinilai terbukti bersalah membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bangkalan - Putra sulung almarhum buruh migran Muhammad Zaini Misrin, Syaiful Toriq mengatakan ayahnya pernah bercerita tentang hubungannya dengan anak tiri majikannya, Abdullah. Zaini dengan anak lelaki itu kerap bertengkar. “Anak tiri majikannya itulah yang melaporkan Bapak dengan tuduhan pembunuhan," kata Toriq di rumahnya, Kamal, Bangkalan, Rabu, 21 Maret 2018.

    Sedangkan hubungan Zaini dengan Abdullah sangat akrab. "Kalau menelpon, Bapak bilang majikannya baik dan sangat akrab.”

    Baca:
    Zaini Misrin Buruh Migran di Saudi Arabia Sejak 1992
    Hingga Ajal, Zaini Misrin Membantah Tuduhan ...

    Zaini dieksekusi pada Ahad, 18 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi. Keluarganya baru mendapat kabar kematiannya pukul 21.00. 

    Hubungan akrab Zaini-Abdullah itu juga pernah disampaikan Zaini kepada Nur Intan, adik iparnya. "Dia bilang sangat akrab dengan majikannya. Majikannya sangat baik."

    Hubungan Zaini dan Abdullah yang akrab membuat keluarga almarhum tak percaya buruh migran itu membunuh majikannya. “Buat apa?” kata Nur kepada Tempo, Senin, 19 Maret 2018.

    Baca juga:
    Jusuf Kalla: Eksekusi Mati Zaini Misrin Bukan ...
    Menaker: 40 Nota Diplomatik Dikirim Sebelum Eksekusi Zaini Misrin ...

    Hingga akhir ajalnya, Zaini tetap menolak mengakui pembunuhan yang dituduhkan kepadanya, membunuh majikannya.

    Konsistensi sikap Zaini itu membuat keluarganya di Dusun Lembenah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal meyakini Misrin bukanlah pembunuh majikannya. Keluarganya yakin Zaini meninggal dalam keadaan yang baik meski keyakinan itu tidak mampu  menyelamatkan buruh migran sejak 1992  itu dari hukum pancung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.