Jusuf Kalla Soal Eksekusi Zaini Misrin: Pahami Hukum Negara Lain

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi pada 18 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    Aktivis Buruh Migran saat melakukan aksi Mengutuk dan Menolak Hukuman Mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 20 Maret 2018. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin telah dieksekusi mati Pemerintah Arab Saudi pada 18 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah Indonesia perlu menghormati hukum Arab Saudi mengenai eksekusi mati buruh migran asal Bangkalan, Muhammad Zaini Misrin. "Pemerintah sudah berusaha tapi kita juga harus memahami hukum yang berlaku di negara lain," kata Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

    Jusuf Kalla mengatakan kondisinya sama seperti di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga menerapkan hukuman mati bagi sejumlah warga negara asing. Masyarakat diminta memahami. "Jangan asal marah saja. Kita juga hukum mati orang," ujarnya.

    Baca:
    Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Sudah Maksimal Bela Zaini Misrin ...
    Zaini Misrin Buruh Migran di Saudi Arabia Sejak 1992

    Eksekusi mati terhadap Misrin memicu protes sejumlah kalangan. Unjuk rasa siang tadi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menuntut penghentian kebijakan hukuman mati khususnya untuk buruh migran. Lembaga-lembaga swadaya masyarakat di bidang perlindungan buruh migran menuding peradilan kasus Zaini melanggar prinsip jujur dan adil.

    Hukuman pancung untuk Zaini pada Ahad, 18 Maret 2018, berawal dari tuduhan anak majikannya pada 13 Juli 2004. Zaini dilaporkan ke Kepolisian Mekah dengan tuduhan membunuh majikannya. November 2008, Mahkamah Umum Mekah memutus mati u.

    Baca juga:
    Anak Buruh Migran Zaini Misrin Ingin Jenazah Ayahnya Dipulangkan
    Zaini Misrin Berpesan agar Anaknya Tidak Jadi ...

    Untuk menghindari kasus serupa, Jusuf Kalla mengimbau WNI berhati-hati dalam bersikap ketika berada di luar negeri. "Kalau anda berada di suatu negara, ya jangan melanggar hukum di negara itu," katanya.

    Keluarga Zaini di Kamal, Bangkalan, yakin ayah dua anak yang sudah dewasa itu tidak bersalah. Zaini bersikukuh menyangkal dakwaan hingga hakim memvonisnya dengan hukuman mati. Eksekusi mati terhadap lelaki yang mulai menjadi buruh migran di Arab Saudi sejak 1992 itu dilaksanakan pada saat proses peninjauan kembali kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.