Usut Aliran Dana Surabaya Black Hat, Polri Gandeng PPATK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga tersangka jaringan hacker internasional ditunjukkan saat rilis hasil perkara ilegal akses terhadap sistem elektronik oleh kelompok hacker Surabaya Black Hat (SBH) di Polda Metro Jaya, Jakarta, 13 Maret 2018. Mereka berhasil diringkus berkat kerjasama antara Polri dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat. ANTARA//Reno Esnir

    Tiga tersangka jaringan hacker internasional ditunjukkan saat rilis hasil perkara ilegal akses terhadap sistem elektronik oleh kelompok hacker Surabaya Black Hat (SBH) di Polda Metro Jaya, Jakarta, 13 Maret 2018. Mereka berhasil diringkus berkat kerjasama antara Polri dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat. ANTARA//Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan lembaganya akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aliran dana sindikat peretas Surabaya Black Hat.

    "Nanti penyidik akan surati PPATK," ujar Setyo di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca juga: Polisi Buru 6 Hacker Anggota Surabaya Black Hat yang Kabur

    Surabaya Black Hat merupakan sindikat perentas 3.000 situs di 42 negara. Kasus ini terungkap setelah Federal Bureau of Investigation atau FBI menginformasikan ada tiga hacker asal Indonesia yang membobol banyak sistem di 42 negara.

    Tim Satuan Tugas Cyber Crime Polda Metro Jaya sudah menangkap tiga tersangka: NA, KPS, dan ATP. Mereka merupakan mahasiswa Teknologi Informasi di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur.

    Setyo mengatakan, meski hacker biasanya bekerja perseorangan tanpa ada pihak yang memesan, penyidik akan mengembangkan penelusurannya. Salah satunya dengan memeriksa rekening para tersangka.

    Menurut Setyo, PPATK akan menelusuri, sumber dan aliran dananya. "Nanti akan ketahuan, dari mana dan kepada siapa dana yang ada di rekening mereka," ujarnya.

    Setyo mengatakan, selanjutnya PPATK akan memberikan hasilnya dalam bentuk Laporan Analisa Hasil (LHA) yang akan dikembangkan penyidik untuk mendalami jaringan yang terhubung dengan tersangka.

    Sejauh ini, kepolisian masih memburu enam anggota Surabaya Black Hat yang meloloskan diri saat penangkapan. "Ini kasus yang sulit karena jarang terjadi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.