Ancaman Luhut Pandjaitan ke Pengkritik Pemerintah yang Asal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan naik pitam saat berpidato dalam seminar tentang kelautan di Badan Pemeriksa Keuangan RI, Senin, 19 Maret 2018. Ia membantah tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjual negara kepada pihak asing lewat pembukaan keran investasi berbagai macam proyek.

    “Tidak ada ada itu soal pemberitaan kami menjual negara ke asing. Memang ada masalah, tapi kami tidak akan melacurkan profesionalisme,” kata Luhut di Gedung BPK, Senin, 19 Maret 2018.

    Baca juga: Luhut Sebut Impor Garam Industri Distop Mulai 2021

    Luhut tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang menuduh. Namun ia mengancam akan membuka dosa penuduh itu jika kerap mengkritik pemerintah secara asal-asalan. Luhut pun menyebut bahwa ia menyimpan catatan dosa-dosa yang dimaksud.

    “Saya cek track recordnya. Kalau kamu paling bersih ya boleh lah ngomong, tapi dosamu banyak juga kok. Kalau main-main kami pun bisa buka dosamu, memang kamu siapa,” ucap Luhut dengan nada tinggi.

    Luhut juga mempermasalahkan tuduhan bahwa pembagian sertifikat tanah merupakan upaya mengibuli rakyat. Ia juga menyayangkan perihal tuduhan-tuduhan bahwa pemerintah saat ini pro terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI).

    “Saya tentara, saya tahu itu. Di mana pro PKI? Saya juga ikut menumpas PKI kok,” tutur Luhut Pandjaitan .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.