Konsolidasi 2019, Petinggi PDIP Sambangi Kantor Partai Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebelum menggelar rapat pleno membahas persiapan Rakernas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 18 Maret 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebelum menggelar rapat pleno membahas persiapan Rakernas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 18 Maret 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan sejumlah kader PDIP menyambangi kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Ketua Umum Airlangga Hartarto menyebutkan pertemuan dengan PDIP ini untuk konsolidasi koalisi partai menjelang pemilihan umum 2019.

    "Tentunya ke depan kita melihat pada 2019, PDIP dan Golkar mengusung presiden, Pak Jokowi, tentu kita menyikronkan langkah-langkah ke depan," kata Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

    Hasto tak datang sendiri. Ia didampingi Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera, Wakil Sekretaris Jenderal Ahmad Basarah, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Bambang Dwi Hartono. Mereka datang dan diterima sekitar pukul 09.50 WIB. Pertemuan di lantai 3 DPP Partai Golkar berlangsung tertutup.

    Baca juga: Golkar Telah Mengajak Demokrat Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Airlangga menyebutkan kedatangan PDIP ini adalah yang pertama. Menurut dia, pertemuan ini juga untuk mengukuhkan kerja sama dengan PDIP menjelang pemilu. "Baru kali ini PDIP ke kantor Partai Golkar. Kalau pertemuan informal, sudah dilakukan dalam pertemuan untuk pilkada," katanya.

    Dalam pemilihan presiden 2019, PDI Perjuangan resmi mengusung kembali Joko Widodo. Partai Golkar menjadi salah satu pendukung pencalonan Jokowi, bersama dengan Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan. Persoalan siapa yang menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi pun masih terus digodok.

    Menurut Airlangga, Partai Golkar tidak akan mengajukan nama-nama untuk disandingkan dengan Jokowi. Namun, kata dia, pertemuan ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dari PDI Perjuangan. "Tidak, tidak (menyodorkan), ini kita serahkan kepada Pak Presiden," ujarnya.

    Airlangga pun mengatakan adanya kemungkinan kunjungan balasan ke PDI Perjuangan. "Kita terus menjalin komunikasi dengan partai yang mempunyai potensi berkoalisi dengan kita," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.