Wali Kota Kendari dan Ayahnya Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak tersangka calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun, juga Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra, seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 13 Maret 2018. Adriatma Dwi Putra diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi kasus suap dengan nilai sebesar Rp2,8 miliar untuk pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Anak tersangka calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun, juga Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra, seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 13 Maret 2018. Adriatma Dwi Putra diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi kasus suap dengan nilai sebesar Rp2,8 miliar untuk pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya, Asrun, calon Gubernur Sulawesi Tenggara, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 19 Maret 2018.

    Adriatma tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 14.00. Tak lama kemudian disusul ayahnya. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Kota Kendari tahun 2017-2018.

    Baca: Begini Kronologi Operasi Tangkap Tangan Wali Kota Kendari

    Selain Adriatma dan Asrun, KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka lain dalam kasus yang sama, yaitu mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Fatmawati Faqih dan Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah.

    KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara Tigor Sihite dan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara Mahmud Buburanda sebagai saksi. "Diperiksa untuk tersangka ADR (Adriatma)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 19 Maret 2018.

    Adriatma bersama Asrun ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jalan Syekh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Selasa, 27 Februari 2018. Saat ditangkap, keduanya sedang bersama sejumlah pengusaha.

    Baca: KPK Temukan Uang Rp 2,8 Miliar Terkait Suap Wali Kota Kendari

    Adriatma adalah Wali Kota Kendari yang terpilih dalam Pilkada 2017. Sedangkan Asrun adalah mantan Wali Kota Kendari dua periode sebelum AdriSelaiatma. Saat ini, Asrun terdaftar sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.