PKB Condong ke Jokowi, Poros Ketiga Kian Jauh Terwujud

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Kadir Karding, narasumber dalam training of trainers (ToT) Empat Pilar MPR, Banda Aceh, (30/9), (Dok. MPR)

    Abdul Kadir Karding, narasumber dalam training of trainers (ToT) Empat Pilar MPR, Banda Aceh, (30/9), (Dok. MPR)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Abdul Kadir Karding mengatakan poros ketiga dalam pemilihan presiden 2019 akan sulit terbentuk. Sebab, PKB tengah mempertimbangkan merapat ke kubu Joko Widodo.

    "Poros ketiga itu kecil kemungkinannya terbentuk karena seorang pasangan harus didukung 20 persen suara. Sementara lima partai sudah ke Pak Jokowi dan dua lainnya ke Pak Prabowo," kata Karding di Sari Pan Pacific, Jakarta, Ahad, 18 Maret 2018.

    Baca: Sekjen PKB: Poros Ketiga Kemungkinannya Kecil

    Kini tersisa tiga partai yang belum menyatakan dukungan. Ketiganya adalah PKB, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat. Sekretaris jenderal tiga partai tersebut sempat duduk bersama beberapa waktu lalu untuk membahas kemungkinan pembentukan poros ketiga.

    Namun Karding berujar Partai Demokrat telah lebih dulu melamar Jokowi. Tanpa partai berlambang segitiga mercy itu, koalisi poros ketiga tak bisa memenuhi ketentuan 20 persen dalam presidential threshold.

    Simak: PKB Masih Buka Kemungkinan Gabung Koalisi Pendukung Jokowi

    PKB sendiri sedang mempertimbangkan mendekati kubu Jokowi. "Teman-teman di basis, kiai, sebenarnya menang lebih condong ke Pak Jokowi," ujarnya. Keberpihakan pada Jokowi, menurut Karding, didasarkan pada kenyamanan dan pengalaman kerja sama partai tersebut dengan Presiden selama ini.

    Karding menuturkan partainya ingin memasangkan Jokowi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Politikus yang akrab disapa Cak Imin ini dinilai bisa menutupi kekurangan Jokowi, terutama dalam isu agama dan ideologi. "Pak Imin kan merepresentasikan NU (Nahdlatul Ulama) dan sebagian besar muslim," ucapnya.

    Lihat: PKB: Tak Ada Jadwal Pertemuan Prabowo-Cak Imin

    Muhaimin, kata dia, juga berpengalaman dalam birokrasi. Dia pernah menjabat menteri dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Namun keinginan itu masih dipertimbangkan. Karding menuturkan partainya baru akan mendeklarasikan dukungan untuk pilpres 2019 dalam waktu dekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.