Bambang Soesatyo: Gojo untuk Presiden Jokowi Dua Periode

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpose bersama sejumlah pengurus baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpose bersama sejumlah pengurus baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan misi relawan Golkar Jokowi atau Gojo adalah memenangkan Presiden Joko Widodo dan menjabat selama dua periode.

    "Gojo untuk Presiden Jokowi dua periode," ujar Bambang di Jakarta Utara pada Ahad, 18 Maret 2018. Relawan ini telah dideklarasikan di seluruh wilayah dan siap memenangkan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

    Baca: Golkar Bentuk Relawan Gojo untuk Pemenangan Jokowi di Pilpres

    Gojo diluncurkan pada 16 Maret 2018 sebagai relawan pendukung Jokowi. Isinya adalah kader muda Golkar yang di antaranya tergabung dalam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), dua ormas underbow Golkar.

    Dengan dibentuknya Gojo, kata Bambang, pasti akan berdampak pada pendulangan suara yang akan diperoleh Partai Golkar, baik dalam pemilihan kepala daerah 2018 maupun pemilihan legislatif 2019.

    Baca: Ada AMPI dan AMPG di Balik Relawan Golkar Jokowi

    Bambang menyebutkan, tim relawan Gojo khusus bergerak untuk kemenangan. Adapun untuk persoalan calon wakil presiden bagi Jokowi, menurut dia, Partai Golkar menyerahkan syarat atau kriteria sepenuhnya kepada Jokowi.

    Koordinator Nasional Relawan Gojo Rizal Mallarangeng mengatakan gerakan yang digalangnya itu tidak bersifat hierarki dan sifatnya sukarela. Dia mengatakan tugasnya sebagai koordinator nasional adalah mengantarkan para kader muda Golkar untuk melakukan aksi nyata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.