Senin, 17 Desember 2018

Gus Sholah: Jokowi Harus Gandeng Tokoh Islam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi cucu KH Hasyim Asy'ari, KH Salahuddin Wahid (kedua kiri), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kedua kanan) dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (kanan) menabuh bedug saat meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta, 15 April 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi cucu KH Hasyim Asy'ari, KH Salahuddin Wahid (kedua kiri), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kedua kanan) dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (kanan) menabuh bedug saat meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta, 15 April 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid mengatakan Joko Widodo atau Jokowi harus menggandeng tokoh Islam sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.

    "Saya kira begitu. Kalau bukan dari Islam pemilih Pak Jokowi bisa jauh berkurang," kata Gus Sholah, sapaan akrab adik kandung Gus Dur itu di Jombang, Sabtu 17 Maret 2018.

    Menurut rektor Universitas Hasyim Asyari itu, Jokowi bisa memilih tokoh Islam dari kalangan partai politik maupun nonparpol.

    Baca juga: Zulkifli Hasan Sambut Baik Masuknya Mahfud MD di Bursa Cawapres

    "Banyak pilihan. Dari parpol misalnya Rommy (ketua umum PPP M Romahurmuziy, red), ia calon yang baik. Dari luar parpol misalnya Pak Mahfud MD, juga calon yang baik," katanya.

    Menurut mantan ketua PBNU itu, pemilihan calon wakil presiden yang tepat akan turut menentukan kemenangan pasangan capres-cawapres mendatang karena capresnya hampir pasti hanya dua, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.

    "Calon ketiga sulit untuk diwujudkan. Jadi tinggal siapa yang jadi pendamping dua calon itu. Masih ada waktu beberapa bulan untuk menentukan," katanya.

    Mantan wakil ketua Komnas HAM itu pun tak setuju seandainya Pilpres 2019 hanya diikuti satu calon.

    "Calon tunggal kurang bagus bagi demokrasi," kata cawapres pada Pilpres 2004 berpasangan dengan Wiranto itu.

    Baca juga: Puan Maharani: Salah Satu Kriteria Cawapres Jokowi Adalah Agamis

    Sementara itu, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengatakan partainya terus berkomunikasi dengan partai-partai yang berkomitmen mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 untuk memberikan cawapres terbaik sesuai kebutuhan Jokowi.

    "Kami PPP berfokus pada apa-apa yang dibutuhkan presiden ke depan karena tugas wakil itu mendampingi presiden," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".