HUT Masyarakat Adat, Menteri Siti Sampaikan Pesan Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar memberikan sambutan di acara AMAN di Minahasa, Manado, 17 Maret 2018. TEMPO/Rina Widiastuti

    Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar memberikan sambutan di acara AMAN di Minahasa, Manado, 17 Maret 2018. TEMPO/Rina Widiastuti

    TEMPO.CO, Manado - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada masyarakat adat ketika memberikan sambutan acara Hari Ulang Tahun ke-19 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Benteng Moraya, Minahasa, Manado, Sabtu, 17 Maret 2018.

    Baca juga: Bertemu AMAN, Jokowi Dukung RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan 

    Siti mengatakan ketidakhadiran Presiden Jokowi di acara AMAN karena sedang dinas ke luar negeri. "Saya menyampaikan salam hangat dan salam kasih sayang dari Bapak Presiden Jokowi untuk kita semua," ujar Siti.

    Dalam kesempatan itu, Siti menyampaikan pesan Jokowi. "Yang dipesankan kepada kita semua, dari Bapak Presiden, adalah bahwa kebhinekaan itu sangat penting, bahwa keberagaman suku bangsa dengan menjaga nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat adalah sebuah upaya menjaga peradaban manusia," kata Siti menirukan pesan Jokowi.

    Kedatangan Siti dalam acara HUT ke-19 AMAN disambut dengan pertunjukkan tarian adat Kawasaran (tarian perang) dan Kabela (tarian penjemputan tamu). Menteri LHK itu juga mendapat kain adat dari Sulawesi Utara dari Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sumbolinggi.

    Baca juga: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Tagih Janji Jokowi

    Perayaan ulang tahun AMAN yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) sekaligus menjadi puncak acara Rapat Kerja Nasional AMAN yang berlangsung mulai 14 Maret 2018 di Wanua Koha, Minahasa, Sulawesi Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.