Umat Hindu Mulai Jalani Catur Brata Nyepi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Hindu membawa benda-benda sakral saat upacara ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali, 14 Maret 2018. Umat Hindu di Bali menggelar ritual Melasti selama tiga hari secara bergantian yang sebagian besar digelar di pantai, danau dan sungai di seluruh Bali untuk menyucikan alam sehingga Hari Raya Nyepi dapat berjalan hening serta damai. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Umat Hindu membawa benda-benda sakral saat upacara ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali, 14 Maret 2018. Umat Hindu di Bali menggelar ritual Melasti selama tiga hari secara bergantian yang sebagian besar digelar di pantai, danau dan sungai di seluruh Bali untuk menyucikan alam sehingga Hari Raya Nyepi dapat berjalan hening serta damai. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, MANGUPURA-- - Umat Hindu di Bali mulai menjalani Catur Brata penyepian saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940, mulai Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.Tepat pukul 06.00 WITA, jalanan di kawasan Desa Adat Tuban, Badung, Bali dilaporkan mulai terlihat lengang. Tak terlihat adanya aktivitas masyarakat.

    Catur Brata penyepian yakni: Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Catur Brata penyepian yang dijalani umat Hindu saat Hari Raya Nyepi tersebut berlangsung selama 24 jam, atau hingga Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.

    Umat Hindu membawa benda-benda sakral untuk disucikan pada puncak ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, 14 Maret 2018. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pecalang (petugas keamanan adat Bali) di kawasan Desa Adat Tuban juga tampak mulai berpatroli untuk memastikan tidak ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah.

    BACA: Aktivitas Warga, Pendatang, dan Pelancong di Bali Selama Nyepi

    Pecalang juga mendirikan sejumlah pos jaga di perbatasan desa dan di sejumlah persimpangan jalan untuk memastikan pelaksanaan Nyepi agar tetap tenang dan hening.

    Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang masuk kawasan Desa Adat Tuban juga tampak sepi, tanpa aktivitas penerbangan, karena pengelola Bandara Ngurah Rai sudah mulai menghentikan operasionalnya selama 24 jam.

    Sejumlah operator seluler juga sudah mulai menonaktifkan layanan internetnya sesuai dengan kebijakan Kemenkominfo dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 378 tahun 2018 yang mengimbau penyelenggara telekomunikasi, penyedia layanan internet di Bali untuk mematikan internet saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.