NasDem Ungkap Kriteria Calon Wakil Presiden untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Jhony Plate (kiri) dan ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung DPP Partai Nasdem, Jakarta, 7 Agustus 2017. DPP Partai NasDem menegaskan bahwa rekaman pidato ketua fraksi Partai Nasdem DPR Viktor B Laiskodat di Kabupaten Kupang, NTT pada 1 Agustus 2017 telah diedit rekamannya yang menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok gerakan khilafah. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Jhony Plate (kiri) dan ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung DPP Partai Nasdem, Jakarta, 7 Agustus 2017. DPP Partai NasDem menegaskan bahwa rekaman pidato ketua fraksi Partai Nasdem DPR Viktor B Laiskodat di Kabupaten Kupang, NTT pada 1 Agustus 2017 telah diedit rekamannya yang menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok gerakan khilafah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G. Plate mengatakan partainya memiliki tim tersendiri untuk menentukan kriteria calon wakil presiden yang tepat untuk Joko Widodo atau Jokowi. Namun Jhonny menuturkan Partai NasDem memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Jokowi untuk memilih wakilnya.

    “Namun tidak berarti menyerahkan begitu saja, kami memberikan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memperkuat kemenangan capres,” ujarnya di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Maret 2018.

    Baca juga: Diam-diam Muhaimin Lamar Jokowi, Ajukan Proposal Sebagai Cawapres

    Jhonny berujar calon wakil presiden untuk Jokowi harus memenuhi syarat konstitusi, yakni menjadi satu kesatuan dengan Jokowi atau dwitunggal. Selain itu, tutur dia, cawapres harus memberikan kontribusi elektoral kepada Jokowi. Hal itu, Jhonny melanjutkan, terkait dengan elektabilitas Jokowi, yang masih sekitar 40 hingga 50-an persen.

    Syarat lainnya, kata Jhonny, adalah cawapres harus tepat untuk Jokowi secara chemistry. “Harus sama chemistry-nya dengan Jokowi. Jangan sampai tidak sama dan bertengkar di tengah jalan,” katanya.

    Jhonny mengatakan cawapres juga harus betul-betul memahami visi dan misi Jokowi yang terkandung dalam Nawacita. Selain itu, menurut dia, cawapres harus paham mengenai apa saja yang masih harus dilakukan dan dibenahi dari program-program Jokowi sebelumnya.

    Baca juga: Soal Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tak Ingin, Bukan Tidak Mau

    Selain oleh NasDem, Jokowi saat ini telah didukung koalisi gemuk, antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Hanura, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia. Namun hingga saat ini belum ada nama calon wakil presiden yang bakal mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019. Jokowi dikabarkan telah membentuk tim internal, yang diketuai Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.