Zulkifli Hasan Sambut Baik Masuknya Mahfud MD di Bursa Cawapres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menanggapi positif terkait beredarnya nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD di bursa calon wakil presiden (cawapres) 2019.

    "Bagus semua itu. Pokoknya itu kader-kader anak negeri. Bagus-bagus," kata Zulkifli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

    Baca juga: Puan Maharani: Salah Satu Kriteria Cawapres Jokowi Adalah Agamis

    Selain Mahfud MD, Zulkifli juga mengapresiasi namanya yang juga masuk radar daftar calon wakil presiden. Menurut dia, hal itu sebagai sebuah kehormatan dari masyarakat.

    Kendati begitu, Zulkifli menilai, siapapun yang terpilih menjadi calon wakil presiden tentunya sudah ada takdirnya masing-masing. "Kalau siapa yang nanti terpilih, kan sudah ada garis tangannya masing-masing," kata dia.

    Nama Mahfud MD masuk dalam radar PDI Perjuangan yang sedang menggodog calon wakil untuk Jokowi (Jokowi) dalam pemilihan presiden 2019. Nama Mahfud MD, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, juga muncul dalam radar dan sejumlah survei sebagai calon wakil presiden.

    Baca juga: Golkar Belum Jaring Gatot Nurmantyo untuk Cawapres Jokowi

    Jokowi resmi diusung PDI Perjuangan sebagai calon presiden. Sejauh ini, empat partai lain juga menyatakan dukungannya, yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    Jokowi kemungkinan akan berhadapan dengan Prabowo Subianto yang digadang akan diusung Partai Gerindra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada Menteri KKP Edhy Prabowo Di Balik Lobster

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dilaporkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu dini hari, 25 November 2020.