PPP Protes Jatah Kursi MPR, Zulkifli Hasan: Enggak Baca

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap Guru Besar di Indonesia bisa terlibat aktif dalam mengimplementasikan Pancasila.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap Guru Besar di Indonesia bisa terlibat aktif dalam mengimplementasikan Pancasila.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan menilai Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani telah salah memprotes jatah satu kursi pimpinan MPR. "Itu memprotes enggak baca dulu," kata Zulkifli Hasan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

    Arsul Sani sebelumnya mengatakan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak bisa mendapatkan jatah satu kursi pimpinan MPR karena memperoleh suara terbanyak di urutan kelima.

    Baca juga: PKB Tanggapi Protes PPP Soal Jatah Kursi

    Menurut Arsul, mengacu pada Pasal 427 A huruf c UU MD3, penambahan wakil ketua MPR diberikan kepada partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum tahun 2014 urutan ke-1, ke-3 dan ke-6.

    Zulkifli mengatakan data yang disebutkan Arsul justru salah. Dia menyebutkan bahwa PKB memperoleh kursi partai politik terbanyak di urutan keenam pada pemilihan legislatif 2014.

    Rinciannya adalah sebagai berikut. 1. PDI Perjuangan 109 kursi, 2. Golkar 91 kursi, 3. Gerindra 73 kursi, 4. Demokrat 61 kursi, 5. Partai Amanat Nasional 49 kursi, 6. Partai Kebangkitan Bangsa 47 kursi, 7. Partai Keadilan Sejahtera 40 kursi, 8. Partai Persatuan Pembangunan 39 kursi, 9. NasDem 35 kursi, 10. Hanura 16 kursi.

    Sejumlah nama yang bakal mengisi tiga kursi tambahan pimpinan MPR ialah perwakilan dari PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Zulkifli Hasan mengatakan posisi itu akan diisi Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, dan Muhaimin Iskandar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.