Santri Berprestasi Bisa Dapat Beasiswa Kemenag, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Apel Hari Santri Nasional yang diadakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Tugu Proklamasi, Jakarta, 22 Oktober 2017. Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Tempo/Ilham Fikri

    Suasana Apel Hari Santri Nasional yang diadakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Tugu Proklamasi, Jakarta, 22 Oktober 2017. Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mulai hari ini, Kamis, 15 Maret 2018. Pendaftaran akan dibuka hingga 15 April mendatang.

    Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan kepada Tempo, Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren Basnang Said mengatakan pendaftaran PBSB akan dilakukan secara online dan offline. Pendaftaran offline hanya diperuntukkan bagi santri di kawasan Indonesia Timur. Berikut ini persyaratan khusus mendaftar PBSB.

    1. Santri merupakan lulusan madrasah aliah swasta milik pondok pesantren, pondok pesantren muadalah, atau pondok pesantren salafiyah.
    2. Santri telah bermukim (tinggal) di pesantren minimal selama 3 tahun.
    3. Santri telah mendapatkan rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren.

    Basnang mengingatkan agar para santri yang akan mendaftar teliti dan cermat dalam mengisi formulir pendaftaran serta menentukan pilihan jurusan dan perguruan tinggi. Peserta diminta membaca lebih dulu ketentuan dalam petunjuk teknis PBSB.

    Baca juga: Aher: Santri dan Ulama Pemilik Saham Terbesar Negeri Ini

    Sebab, ada beberapa perguruan tinggi yang menetapkan persyaratan khusus tambahan, misalnya persyaratan tidak buta warna untuk beberapa program studi (prodi), hafalan Al-Quran minimal 3 juz di Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung serta 10 juz di UIN Malang dan UIN Yogyakarta, serta tinggi badan minimal 155 sentimeter untuk prodi keperawatan, kedokteran, dan ilmu kesehatan. Bahkan, untuk pilihan prodi ilmu hadis, UIN Yogyakarta mensyaratkan hafal 100 hadis.

    Seleksi PBSB menggunakan computer based test (CBT). Jadwal serta lokasi pelaksanaan ditentukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, kecuali untuk pilihan prodi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

    Pihak Unair menetapkan pelaksanaan seleksi dilakukan di kampus Unair Surabaya, bukan di wilayah masing-masing seperti pada pilihan prodi lain. Biaya transportasi dan akomodasi selama proses seleksi di Unair juga ditanggung masing-masing santri.

    “Semua persyaratan khusus tambahan ini merupakan ketetapan perguruan tinggi. Sebelum mendaftar, kami minta para santri memahami petunjuk teknis pelaksanaan PBSB pada situs resmi Kemenag, DitPDpontren, dan PBSB,” ujar Basnang.

    Tes CBT dibagi menjadi empat sesi. Pertama, tes bahasa Arab, bahasa Inggris, dan kepesantrenan selama 60 menit. Kedua, tes potensi akademik selama 70 menit.

    Sesi ketiga adalah tes kemampuan bidang studi (120 menit). Untuk materi matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), tes mencakup matematika IPA, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan untuk materi ilmu pengetahuan sosial (IPS), tes mencakup matematika IPS, ekonomi, sosiologi, dan geografi. Untuk materi keagamaan, tes mencakup fikih, tafsir, hadits, akidah akhlak, dan sejarah kebudayaan Islam.

    Sedangkan sesi keempat adalah wawancara kepada para santri selama sekitar 150 menit. Sesi ini hanya dilakukan untuk peserta seleksi yang mengambil pilihan studi di UIN Malang.

    Berikut ini jadwal tahapan seleksi PBSB 2018.

    Masa pendaftaran (15 Maret-15 April 2018), verifikasi data (16-30 April 2018), pengumuman tempat seleksi (2 Mei 2018), pelaksanaan seleksi (14-18 Mei 2018), penentuan kelulusan (1 Juni 2018), dan pengumuman kelulusan (4 Juni 2018).

    Info selengkapnya, unduh petunjuk teknis PBSB 2018 dan informasi selengkapnya di pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id dan ditpdpontren.kemenag.go.id.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.