Begini Penilaian Ketua DPR terhadap Kinerja Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo memberi laporan keuangan KPK pada Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) dalam peresmian Klinik E-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 12 Februari 2018. Klinik e-LHKPN di DPR akan mempermudah anggota DPR yang belum melaporkan harta kekayaannya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua KPK Agus Rahardjo memberi laporan keuangan KPK pada Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) dalam peresmian Klinik E-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 12 Februari 2018. Klinik e-LHKPN di DPR akan mempermudah anggota DPR yang belum melaporkan harta kekayaannya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyinggung kinerja pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo saat menghadiri milad akbar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-54 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu petang, 14 Maret 2018. Sebagai Ketua DPR, ia melihat Jokowi dan Kabinet Kerja sejauh ini telah berupaya keras memperbaiki persoalan bangsa.

    “Kalau pemerintah tidak bekerja dan memperbaiki persoalan, boleh kita mengamuk dan marah, tapi sekarang kami masih melihat ada upaya pemerintah itu,” ujar Bambang.

    Baca:
    Evaluasi 3 Tahun Jokowi-JK di Bidang Sosial...
    Survei CSIS: Kinerja Ekonomi Jokowi-JK Belum...

    Bambang mengakui memang ada persoalan-persoalan bangsa yang sejauh ini di bawah pemerintahan Jokowi belum diselesaikan. DPR berharap pemerintahan Jokowi bisa menyelesaikan empat persoalan dalam waktu dekat, yang menurut dia harus diprioritaskan.

    Persoalan itu adalah lapangan pekerjaan, harga-harga kebutuhan dasar yang stabil, rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat, serta pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.

    Bambang mengingatkan, dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia harus menggelar pemilihan presiden 2019. Ia meminta mahasiswa tidak absen menggunakan hak pilihnya serta bersikap kritis terhadap sosok yang akan dipilih. “Agustus 2018 kita sudah bisa melihat pasangan (calon presiden-wakil presiden) mana yang bisa dipilih,” ujar politikus Partai Golkar itu.

    Baca juga: Pakar: Kalau Nawacita Dirinci, Tak Banyak yang Puas Kinerja Jokowi...

    Bambang meramalkan paling banyak ada tiga poros dalam pilpres 2019. “Tapi saya memperkirakan tetap hanya dua pasangan yang head-to-head,” ujarnya.

    Bambang juga meminta jika masyarakat sudah memilih presiden dan wakil rakyat pilihannya pada 2019 lalu merasa pilihannya ternyata salah, tak perlu lagi mengumbar makian dan rasa kecewa berlebihan. ‘Ya, telan saja, itu sudah pilihan kita.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.