Rabu, 19 Desember 2018

MenPAN-RB Prioritaskan CPNS 2018 untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat temui di acara malam penghargaan penganugerahan pejabat pimpinan tinggi madya teladan nasional di Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat temui di acara malam penghargaan penganugerahan pejabat pimpinan tinggi madya teladan nasional di Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menyatakan penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 diprioritaskan untuk tenaga guru dan kesehatan. Pemerintah ingin memenuhi kekurangan tenaga di dua bidang tersebut.

    Asman mengatakan pemerintah tengah dalam proses mengkaji jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. "Kami berharap menteri memberi laporan agar nanti bisa diputuskan untuk formasi di tahun ini," kata dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Guru Honorer Diangkat Jadi CPNS, MenPAN-RB: Banyak Data Siluman

    Meski diprioritaskan, Asman mengatakan calon PNS harus tetap mengikuti tes dan persyaratan yang berlaku.

    "Kami tetap melaksanakan sesuai dengan prosedur PP Nomor 11 Tahun 2017," ujarnya.

    Pemerintah juga memberikan prioritas bagi mahasiswa peraih cum laude. Prioritas lainnya diberikan kepada warga Papua. Khusus bagi mereka tak ada sistem passing grade. Seleksi yang diterapkan menggunakan sistem peringkat. "Kami berharap nanti banyak anak Papua masuk PNS," kata Asman.

    Sementara untuk kategori 2 (K2) dalam CPNS 2018, Asman menyebut pihaknya masih menyusun data yang konkret. Dia menuturkan, dulu banyak pegawai yang seharusnya diangkat namun batal diangkat. Pihaknya ingin mengecek keberadaan dan status pegawai tersebut saat ini. Hal yang sama juga sedang dilakukan untuk guru honorer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.